Investasi Pariwisata Di Pesisir Mabar Turut Mempengaruhi Hilangnya Pengembangan Lahan Garam Rakyat

Investasi bidang pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), terutama di Labuan Bajo turut mempengaruhi hilangnya

Investasi Pariwisata Di Pesisir Mabar Turut Mempengaruhi Hilangnya Pengembangan Lahan Garam Rakyat
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Suasana di Bukit Wae Cecu Silvia Labuan Bajo, Minggu (23/6/2019). 

Investasi Pariwisata Di Pesisir Mabar Turut Mempengaruhi Hilangnya Pengembangan Lahan Garam Rakyat

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Investasi bidang pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), terutama di Labuan Bajo turut mempengaruhi hilangnya lahan pengembangan garam rakyat.

Lahan-lahan di pesisir sudah banyak yang dibeli oleh investor, salah satunya untuk membangun hotel.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Mabar Yeremias Ontong, menyampaikan bahwa selain karena faktor pengembangan pariwisata, penyebab terbesar adalah potensi garam di daerah itu rendah.

"Potensi garam kita rendah dan minat masyarakat juga kecil. Dulu pernah ada lahan garam seperti di Pantai Gorontalo Labuan Bajo tetapi sekarang tidak bisa karena sudah untuk pengembangan pariwisata seperti hotel-hotel," kata Yeremias saat dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Senin (24/6/2019).

Sekarang kata dia tidak ada lagi pengembangan lahan garam di Kabupaten Mabar.

Anda Ingin ke Berlayar ke Tarakan Gunakan Kapal Pelni ? Begini Jadwalnya

Gagal Raih Kemenangan Maung Bandung Kurang Pintar saat Lawan Madura United, Intip Ulasan Jupe

Tim Bajul Ijo Persebaya Surabaya Raih Kemenangan di Kandang FC Borneo, Intip Jalannya Laga

Sebelumnya diberitakan, Ikan Nila, Lele dan Patin terus dikembangkan di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan setempat.

Pengembangan dilakukan di beberapa kecamatan dan didukung oleh Balai Benih Ikan (BBI) di Nggorang Labuan Bajo.

"Kami sedang kembangkan ikan air tawar, berupa Ikan Lele, Nila dan Ikan Patin. Pengembangan dilakukan di beberapa kecamatan, seperti di Welak, Sanonggoang, Ndoso, Kuwus dan Macang Pacar," kata Yeremias, Kamis (30/5/2019).

Dijelaskannya, pengembangan ikan lewat kelompok itu untuk sementara hanya untuk konsumsi pribadi. Namun bila produksi meningkat maka berpeluang untuk komersil.(Laporan Reporter POS--KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved