Bidan di Lembata Minta Pemerintah Perhatikan Jaminan Kesehatan

Tenaga Bidan di Kabupaten Lembata Minta Pemerintah Perhatikan Jaminan Kesehatan

Bidan di Lembata Minta Pemerintah Perhatikan Jaminan Kesehatan
POS KUPANG.COM/RICKO WAWO
Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur memotong nasi tumpeng pada acara HUT Ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Lembata di Kuma Resort, Senin (24/6/2019). 

Tenaga Bidan di Kabupaten Lembata Minta Pemerintah Perhatikan Jaminan Kesehatan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Bekerja sebagai tenaga kesehatan di kampung membuat Ina Age Watun berhadapan dengan berbagai jenis penyakit yang diderita masyarakat.

Sebagai bidan, ia tentu sudah menjadi tugasnya untuk bersentuhan langsung dengan pasien yang menderita sakit tak terkecuali penyakit menular.

Bambang Widjojanto: Kami Tak Mungkin Bisa Buktikan Kecurangan, Hanya Institusi Negara yang Bisa

Oleh karena itu, risiko para bidan terjangkit penyakit dari pasien sangat tinggi. Menurutnya, jaminan perlindungan dan risiko pekerjaan sangat dibutuhkan oleh seorang bidan. Dia pun meminta pemerintah bisa memperhatikan jaminan risiko pekerjaan para bidan sehingga mereka juga terhindar dari penyakit.

"Bidan ini berhadapan dengan semua pelayanan penyakit khususnya persalinan kita dihadapi dengan penyakit pasien. Rentan juga terhadap penyakit," ungkap Ina di sela acara HUT Ke-68 Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kabupaten Lembata di Kuma Resort, Senin (24/6/2019).

NTT Target Penuhi Kebutuhan Garam Nasional

Bidan Koordinator Puskesmas Lamaau, Ile Ape Timur itu juga meminta pemerintah kembali memperhatikan beban kerja bidan dan bukan hanya dari status ijazah atau pendidikan akhir seorang bidan.

"Misalnya jasa pelayanan masih bervariasi. Kadang kita merasa kurang adil dengan poin poin sebagai indikator pembagian jasa pelayanan," kata bidan yang sudah bekerja sejak 1998.

"Misalnya teman-teman yang karena tingkat pendidikannya lebih tinggi itu kan poinnya lebih tinggi. Walaupun dia tidak bekerja tapi kalau ijazahnya tinggi itu dia dapat lebih," katanya.

Dia berharap pemerintah kembali melihat beban kerja bidan yang punya tanggungjawab dan waktu kerja yang lebih lama dalam sehari.
"Mohon perhatian khusus lagi ke kami," katanya.

Kesulitan lainnya juga diutarakan oleh Katarina yasinta making yang ditugaskan di Puskesmas Balauring, Desa Wowong, Kecamatan Omesuri. Menurut Katarina kendala di wilayahnya adalah transportasi rujukan.

Walau akses jalan sudah semakin baik, dia mengakui moda transportasi untuk membawa pasien rujukan ke puskesmas masih sulit.

Halaman
12
Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved