Senin, Frans Sales akan Mempertahan Disertasi dalam Menyelesaikan Pasca Sarjana Doktor di Undana

Frans Sales dalam penelitian disertasi sebagai syarat menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana Doktor / S3 mengambil judul : Inovasi Birokrasi Dalam Pen

Senin, Frans Sales akan Mempertahan Disertasi dalam Menyelesaikan Pasca Sarjana Doktor di Undana
Ferry Ndoen
Frans Sales

POS KUPANG.COM, KUPANG- Frans Sales dalam penelitian disertasi sebagai syarat menyelesaikan pendidikan Pasca Sarjana Doktor / S3 mengambil judul : Inovasi Birokrasi Dalam Pengembangan Cabang Olahraga Unggulan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Frans Sales akan maju ujian disertasi pasca sarjana doktoral (S3) pada hari Senin (24/6/2019) di kampus Pasca Sarjana Universitas Nusa Cendana Kupang

"Hal yang melatarbelakangi, mengapa saya memilih judul ini karena ada indikasi  bahwa pembinaan cabang olahraga di Nusa Tenggara Timur masih bersifat parsial, dan belum menjadi bagian yang integral atau belum secara simultan," kata Dr. Fransiskus Sales, dalam perbincangan dengan Pos Kupang di Kupang, Sabtu (22/6/2019.

Frans Sales dalam disertasinya mengulas jika olahraga yang terdiri dari tiga cakupan yaitu Olahraga pendidikan, Olahraga rekreasi dan Olahraga prestasi masih berjalan sendiri-sendiri atau tidak simultan.

Indikasi lain bahwa olahraga masih berjalan secara parsial dan tidak bersifat simultan yakni pembinaan olahraga selama ini , masih terpusat di daerah-daerah perkotaan, belum mampu melakukan pembinaan olahraga menjamah sampai di daerah-daerah pedesaan/RT/RW

Bahakan sampai dipedalam. selanjutnya kurang keberanian pimpinan Dinas/Badan / Stakeholders untuk melakukan inovasi- inovasi kebijakan pembinaan olahraga sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah yang ada di setiap Provinsi, kabupaten dan kota.

Kondisi ini yang menjadi big problem/problem besar. Selain itu masalah lain yakni setiap pengurus organisasi lebih suka mengurus even yang bersifat insidental seperti O2SN : SD, SMP, SMA/SMK, Kejurnas, POPWIL, POPNAS, POMNAS dan PON.

Ini yang menjadi kesalahan besar dalam sistem birokrasi pembinaan olahraga di NTT maupun di Indonesia.

Konsep pembinaan daerah otonomi adalah pembangunan manusia olahraga seutuhnya secara terpadu, berjenjang dan berkelanjutan belum berjalan baik.

Untuk itu terkait dengan penelitian disertasi dengan topik; Inovasi birokrasi dalam pengembangan cabang olahraga unggulan di NTT yang dikaji dan diteliti secara sincetific sebagai referensi untuk pembenahan dalam inovasi-inovasi baru pembinaan dan pengembangan cabang olahraga kedepan harus lebih profesional.

Agar NTT mampu berkompetisi dengan provinsi-provinsi lain di republik yang kita cintai bahkan dengan negara-negara lain. Maka harus mampu melakukan empat hal penting yaitu, Inovasi, penelitian, keilmuan dan penerapan teknologi. Salam Olahraga . .. NTT...Bangkit...zprestasi ...Emas. Inovasi ...Menjadi Habits. (*)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved