Penyidik Polres TTS Panggil CV Dona Konstruksi, Dugaan Penipuan Jaringan Listrik

Ada dugaan penipuan dan penggelapan uang masyarakat dengan modus pemasangan jaringan listrik, Penyidik Polres TTS panggil CV Dona Konstruksi

Penyidik Polres TTS Panggil CV Dona Konstruksi, Dugaan Penipuan Jaringan Listrik
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH., MH 

Penyidik Polres TTS Panggil CV Dona Konstruksi, Dugaan Penipuan Jaringan Listrik

POSKUPANG.COM | SOE- Usai menerima laporan warga Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara terkait dugaan penipuan dan penggelapan dengan modus pemasangan jaringan listrik, penyidik Reskrim Polres TTS akan segera melakukan pemanggilan saksi-saksi guna mengungkap kasus tersebut.

Selain saksi korban dan saksi dari pemerintah desa, penyidik juga akan mengagendakan pemanggilan pihak CV Dona Konstruksi selaku pihak yang menerima uang dari masyarakat.

Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH, MH kepada pos kupang.com, Minggu (23/6/2019) di seputaran Kota Soe.

Proyek Gagal, Tiang Listrik Ditinggalkan Dipinggir Jalan Raya Kahale-Karang Indah, SBD

Jamari mengatakan, berdasarkan laporan polisi, diketahui jika jumlah para korban telah menyetorkan uang senilai 1,1 juta guna pemasangan listrik mencapai 134 orang dengan nilai kerugian mencapai seratus juta lebih.

Para pelapor membawa serta kuitansi penyetoran uang kepada panitia tingkat desa yang diterima Yohanes Banoet.

Berdasarkan keterangan pelapor diketahui uang yang disetor diberikan kepada CV Dona Konstruksi guna pemasangan listrik, tetapi hingga saat ini listrik belum juga menyalah.

"Setelah menerima laporan dari para korban kita akan segera menjadwalkan pemanggilan pemerintah desa, panitia desa dan juga CV Dona Konstruksi," ungkap Jamari.

9 Pekerjaan Paling Menjanjikan di Masa Mendatang, Siapkan Dirimu!

Jamari menghimbau kepada masyarakat yang ingin melakukan pemasangan listrik agar selalu berkoordinasi dengan pihak PLN. Pihak pemerintah desa diharapkan bisa menjadi fasilitator masyarakat dan PLN sehingga masyarakat tidak menjadi korban penipuan dengan modus pemasangan listrik.

"Kita berharap pemerintah desa bisa berperan aktif dalam menjembatani keinginan masyarakat untuk mendapatkan jaringan listriknya. Pihak desa harus membangun komunikasi dengan PLN agar tidak tertipu oknum tertentu yang hanya ingin mencari keuntungan," imbaunya.

Diberitakan pos kupang sebelumnya, Kepala Desa Fatukoto, Kecamatan Mollo Utara, Yosafat Baun angkat bicara terkait pengaduan warganya ke polisi terkait dugaan penipuan dan penggelapan uang pemasangan listrik. Sedikit 134 warga Fatukoto diduga menjadi korban dengan nilai kerugian menyentuh angka seratus juta lebih.

Diceritakan Yosafat, setelah mendapat sosialisasi pembukaan jaringan baru di Desa Fatukoto dari PLN pada tahun 2017 silam, pihak desa langsung membentuk panitia khusus untuk mendata dan menghimpun uang masyarakat guna pemasangan listrik.

PLN Sosialisasikan Listrik Masuk Desa di Nusa Rote

Per kepala keluarga, diminta menyetorkan uang senilai Rp 1.100.000 sebagai uang untuk pembuatan SLO, Instalasi dan pembelian meteran listrik. Sedangkan total uang yang harus disetor per kepala keluarga guna pemasangan listrik senilai Rp. 2.355.000.

Sebanyak 134 KK sudah menyetor uang senilai Rp.1.100.000 kepada bendahara panitia desa, Yohanes Banoet.
Pada tanggal 31 Agustus 2017, Yosafat mengaku, dirinya ikut menyaksikan penyerahan uang kepada CV Dona Konstruksi guna pemasangan listrik. (Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved