7 Profesi yang Hilang Seiring Modernisasi Jakarta, Apa Saja?

Saat Ini Sebanyak 7 Profesi yang Hilang Seiring Modernisasi Jakarta, Apa Saja?

7 Profesi yang Hilang Seiring Modernisasi Jakarta, Apa Saja?
KOMPAS.com/NURSITA SARI
Pengojek sepeda ontel di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Senin (28/5/2018). 

Saat Ini Sebanyak 7 Profesi yang Hilang Seiring Modernisasi Jakarta, Apa Saja?

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Pembangunan di Jakarta yang bertumbuh pesat, seiring dengan modernisasi global membuat beberapa hal hilang.

Salah satu hal tersebut adalah profesi yang dahulu mencari nafkah di Jakarta. Jika diingat kembali, profesi ini tampak unik tetapi sesungguhnya membawa manfaat bagi penduduk di Jakarta saat itu.

Diuji Skripsi oleh Sri Mulyani, Ini Cerita Mahasiswa FEB UI

Inilah berbagai profesi yang hilang di Jakarta, siapa tahu kamu mengingatnya kembali:

1. Tukang hirkop

Hirkop diambil dari bahasa Belanda Huurkoop yang berarti sewa beli, tetapi lazimnya diartikan kredit.

Jadi para tukang hirkop ini membawa berbagai barang kebutuhan masuk ke pelosok Jakarta. Pembeli dapat membayarnya secara berkala, perhari, per minggu, per bulan sesuai perjanjian.

Uniknya rata rata tukang hirkop di Jakarta adalah orang Sunda, tepatnya dari Tasikmalaya. Orang Sunda juga terkenal sebagai tukang cita, atau penjual pakaiaan dan bahan pakaian kredit di Jakarta.

Warga Urip Sumoharjo Geger Saat Penemuan Mayat Tanpa Busana, Bertato dan Kaki Terikat

Hilangnya tukang hirkop dan tukang cita lantaran barang kebutuhan sudah mudah didapat, juga perkampungan di Jakarta sudah digantikan dengan gedung-gedung pencakar langit.

2. Tukang minyak kelapa

Halaman
1234
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved