Peer Gynts di Larantuka: Kolaborasi Seniman Asia dan Flores Timur

Kesenian Berjudul Peer Gynts di Larantuka: Kolaborasi Seniman Asia dan Kabupaten Flores Timur

Peer Gynts di Larantuka: Kolaborasi Seniman Asia dan Flores Timur
POS-KUPANG.COM/Foto Nubun Tawa
Upacara penyambutan di gerbang desa Bantala, Lewolema, menandai pembukaan Festival Nubun Tawa, 5 Oktober 2018. 

Kesenian Berjudul Peer Gynts di Larantuka: Kolaborasi Seniman Asia dan Kabupaten Flores Timur

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Terinspirasi dari sejarah sosial dan kebudayaan Flores Timur, seniman-seniman Teater Garasi-Indonesia, bersama dengan seniman-seniman dari Jepang, Sri Lanka dan Vietnam akan datang dan tinggal di selama 2 minggu di Larantuka, dari tanggal 23 Juni sampai 7 Juli 2019.

Para seniman akan berkolaborasi dengan seniman-seniman Flores Timur dalam menciptakan sebuah pertunjukan kelas dunia.

Tim Gabungan POM Lantamal VII Kupang Gelar Operasi Gaktib

Karya yang dihasilkan dari proses workshop kolaboratif selama 2 minggu, akan dipentaskan di hadapan publik Lamaholot pada tanggal 6 Juli 2019.

.
Pertunjukan teater bunyi
. Pertunjukan teater bunyi "Gong ex Machina" karya kolaborasi Yasuhiro Morinaga dan Yudi Ahmad Tajudin, dua orang seniman yang juga akan berkolaborasi dalam Peer Gynts di Larantuka. (POS-KUPANG.COM/Foto Gong ex Machina)

Proses kolaborasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari kontak dan pertemuan seniman-seniman Teater Garasi dengan komunitas seni dan budaya di Flores Timur, yang berlangsung sejak tahun 2017.

Tahun lalu, Teater Garasi ikut mendukung perencanaan dan pelaksanaan Festival Nubun Tawa di Lewolema, program kerja sama Pemda Flores Timur, dalam hal ini Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur, bersama warga di kecamatan Lewolema.

Jadi Tersangka Pembunuhan, Pria Ini Siaran Langsung di Facebook Saat Dikejar Polisi, Begini Kisahnya

Kali ini, kolaborasi itu akan dilakukan lebih luas lagi dengan mengundang keterlibatan seniman-seniman ternama dari Asia yang akan berproses bersama di Larantuka. Di samping akan bertolak dari kekayaan seni dan sejarah kebudayaan Flores Timur, karya ini juga akan melakukan adaptasi naskah klasik Eropa karya Henrik Ibsen berjudul Peer Gynt.

Dari keterangan tertulis yang diterima POS KUPANG.COM, Sabtu (22/6/2019), seniman dari Teater Garasi yang akan terlibat adalah: Yudi Ahmad Tajudin (sutradara), Ugoran Prasad (penulis dan dramaturg), Ignatius Sugiarto (penata artistik dan cahaya), serta aktor aktris MN. Qomaruddin, Arsita Iswardhani dan Gunawan Maryanto.

Seniman Jepang yang akan terlibat: Takao Kawaguchi (performance artist-penari-koreografer), Yasuhiro Morinaga (seniman bunyi-komponis) dan Micari Fukui (aktor-performer).

Seniman dari Sri Lanka: Venuri Perera (koreografer-penari)

Seniman dari Vietnam akan terlibat secara online dan akan mengirimkan desain seni rupanya adalah Nguyen Manh Hung (perupa)

Kolaborasi seniman Asia dan Flores Timur ini merupakan hasil dari kerja sama Teater Garasi/Garasi Performance Institute dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Flores Timur. Juga didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Republik Indonesia dan Shizuoka Performing Arts Center (SPAC) (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Penulis: Ricardus Wawo
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved