VIDEO: Begini Penderitaan Para Petani Padi Sawah di Persawahan Parunu, Sumba Timur, NTT

VIDEO: Begini Penderitaan Para Petani Padi Sawah di Persawahan Parunu Sumba Timur NTT

VIDEO: Begini Penderitaan Para Petani Padi Sawah di Persawahan Parunu Sumba Timur NTT

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU - VIDEO: Begini Penderitaan Para Petani Padi Sawah di Persawahan Parunu Sumba Timur NTT

Para petani padi sawah di lokasi persawahan Parunu,  di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur selain keluhkan tentang hama wereng selalu menyerang padi mereka setiap kali tanam, juga mengeluh karena kekurangan debit air.

Keluhan itu disampaikan oleh petani setempat Jilik Nggau Behar (20), Katanga Tunggu (36), dan Soni katanga Teu (23) ketika ditemui POS-KUPANG. COM di lokasi persawahan itu, Kamis (20/6/2019) pagi.

VIDEO: Wabup dan Kajari Sumba Timur Tanam Anakan Pohon Bakau di Pantai Kanatang

VIDEO: Keputusan Gubernur NTT, Viktor Laiskodat Terhadap Masalah Perbatasan SBD dan Sumba Barat

VIDEO: Bupati Belu, Willybrodus Lay Lepas 150 Murid Ikuti Popda IV NTT di Kupang

Jilik Nggau Behar mengatakan kurangnya debit mata air kali Parunu juga selalu menghantui mereka pada setiap tahun pada saat mereka membudidayakan tanaman padi milik mereka di persawahan Parunu itu.

Kata dia, persawahan Parunu digarap oleh delapan petani kepala keluarga (KK).

Pada setiap tahun mereka hanya bisa menanam satu kali saja, sebab debit air dari mata air parunu sangat kecil.

"Kami satu tahun itu hanya sekali tanam dan panen saja karena debit air ini sangat kecil.

Kami bisa tanam juga disaat musim hujan. Kalau musim hujan tidak ada air lagi jadi kami duduk sudah usaha cari hidup yang lain lagi," ungkap Jilik.

Katanga Tunggu juga menambahkan, jika debit air lancar, maka satu tahun itu bisa mereka tanam padi tiga kali.

"Tapi ini hanya satu kali, kalau debit air mampu pasti kita tanam bisa 3 kali dalam setahun. Ini yang kita tanam ini yang kedua saja kita coba saja, kebetulan hujan ini tahun lumayan mudah-mudahan debit air yang ada ini tetap bertahan," kata Katanga.

VIDEO: Sasando Internasional Hotel Diambil Alih Pemprov NTT, Satpol PP Lakukan Hal Ini

VIDEO: Usai Minum Sopi Sophia Hasil Riset Undana, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Nyeletuk Begini

Mereka juga berharap agar Pemerintah Daerah, atau Pemerintah Kelurahan, atau pun pihak lain yang berniat membantu untuk bisa membangun irigasi permanen agar air tidak meresap dan terbuang yang lainnya.

"Kita harapkan itu saja, kalau bisa Pemda atau Pemerintah Kelurahan atau pihak lain yang berniat membantu bangun saja permanen agar air tertampung semua dan diairkan semua ke persawahan ini sehingga bisa kami tanam tiga kali setahun," harap Jilik, diaminkan Katanga dan Soni. (POS-KUPANG. COM, ROBERT ROPO)

Nonton Videonya Di Sini :

Penulis: OMDSMY Novemy Leo
Editor: OMDSMY Novemy Leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved