Saat Di Ende Wagub Bilang NTT Rawan Bencana

Tujuh ancaman bencana ini kata Wagup Naesoi memiliki rata-rata tingkat ancaman sedang dan tinggi dengan keterpaparan penduduk

Saat Di Ende Wagub Bilang NTT Rawan Bencana
POS KUPANG/ROMOALDUS PIUS
Para peserta berfoto bersama. 

Saat Di Ende Wagub Bilang NTT Rawan Bencana

POS KUPANG.COM|ENDE--Provinsi NTT merupakan daerah rawan bencana. Sebagaimana hasil kajian resiko bencana tahun 2017, terdapat tujuh potensi ancaman bencana dengan resiko tinggi yakni gempa bumi, letusan gunung api, tsunami, kekeringan, banjir, tanah longsor dan abrasi pantai.

Wakil Gubernur NTT, Drs. Josef Adreanus Nae Soi, MM mengatakan ini dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh Asisten Sekda Ende Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Nyo Cosmas, SH saat membuka kegiatan Rapat Bimbingan Teknis Penanggulangan Bencana Berbasis Gender di aula pertemuan Hotel Flores Mandiri, Jalan Melati Jumat (21/6/2019)

Tujuh ancaman bencana ini kata Wagup Naesoi memiliki rata-rata tingkat ancaman sedang dan tinggi dengan keterpaparan penduduk dan potensi kerugian yang tinggi pula.

Sumba Timur Laksanakan Parade 1001 Ekor Kuda di Padang Puru Kambera

Dirut PDAM Ende Divonis 1,8 Tahun Penjara

12 Atlet Kempo Mabar Ikut Popda Di Kupang

Wagub Naesoi mengakui dalam upaya penanggulangan bencana baik pra bencana, saat bencana maupun pasca bencana masih berhadapan dengan persoalan belum optimalnya manajemen penanggulangan bencana.

Kedepan jelas Naesoi, semua pihak harus memberi perhatian serius pada upaya-upaya pencegahan terjadinya bencana guna menjauhkan masyarakat dari bencana serta menjauhkan bencana dari masyarakat.

Terkait dengan kegiatan bimtek yang secara khusus memberi perhatian pada penanggulangan bencana berbasis gender maka kedepannya Wagup berharap setiap penanggulangan bencana haruslah yang lebih responsif gender.

Panitia penyelenggara dalam laporannya yang disampaikan Sekretaris BPBD provinsi NTT, Amrosius Kodo, S. Sos mengatakan, kegiatan Bimtek ini bertujuan untuk memberikan bimbingan teknis sistem manajemen penanggulangan bencana berbasis gender kepada aparatur dalam upaya meningkatkan kapasitas kelompok rentan dalam pengurangan resiko bencana.

Pesertanya menurut Amrosius terambil dari unsur BPBD Kabupaten dan kota seluruh NTT, aparatur kecamatan, kelompok perempuan dan lembaga mitra pembangunan dalam wilayah kabupaten Ende.(Laporan Reporter Pos Kupang.Com,Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved