Awas Pelaku Pemerkosaan Bisa Kena Kebiri, Usulkan Penerapan Kebiri Tradisional Pelaku Pemerkosaan

Awas Pelaku Pemerkosaan Bisa Kena Kebiri, Usulkan Penerapan Kebiri Tradisional Pelaku Pemerkosaan

Awas Pelaku Pemerkosaan Bisa Kena Kebiri, Usulkan Penerapan Kebiri Tradisional Pelaku Pemerkosaan
Net via Banjarmasin Post
Ilustrasi Kebiri 

Awas Pelaku Pemerkosaan Bisa Kena Kebiri, Usulkan Penerapan Kebiri Tradisional Pelaku Pemerkosaan

POS-KUPANG.COM|MAUMERE - Semakin sering kasus pemerkosaan menimpa kaum perempuan dan anak di bawah  umur  di  Kabupaten  Sikka, Pulau  Flores diwacanakan penerapan kebiri tradisional terhadap pemerkosa.

“Sering sekali pemerkosaan  anak dibawah  umur, sudah  waktunya diterapkan kebiri kimiawi  sebagaimana di atur  UU Nomor 23 Tahun  2003  dan perubahanya,” kata praktisi hukum adat Sikka, Viktor  Nekur, S.H,  kepadaPOS-KUPANG.COM, Jumat  (21/6/2019) pagi di Maumere.

Viktor mengatakan, setelah keluarnya  UU ini,kendalanya pada  peratusan pelaksanaanya.

Namun  demi menyelamatkan  dan memberikan rasa aman  kepada anak-anak perempuan maka perlu   terobosan hukum menerapkan kebiri  tradisional.

“Kebiri  tradisional bisa seperti kebiri anjing atau  babi. Menurut  saya penting diwacanakn supaya ada semacam pagar   bagi generasi  muda  selamatkan mereka  dari  penjahat seks,”  tegas Viktor Nekur.

Ansy Lema Mengajak Kaum Milenial Membagi Informasi Sehat Dalam Dunia Digital

Renungan Harian Kristen Protestan Jumat 21 Juni 2019, Suam-suam Kuku

BERITA POPULER: Profil Agus Maksum Saksi Prabowo-Sandi, SIM Gratis & Kondisi Jalan Juwangi

Pemerkosaan terakhir  menimpa pelajar   SMP  asal  Kelurahan  Nangalimang, Kecamatan Alok, Kota Maumere, Rabu  (19/6/2019) pagi. Dia  diperkosa  oleh tukang ojek di Kali  Mati  dekat  SMAN 2  Maumere. Remaja  usia 13  tahun   tak   kuasa  melawan pemerkosa yang mengancamnya  dengan  pisau.

Setelah  pemerkosaan,   remaja perempuan ini ditinggalkan dan lari telanjang  diselamatkan warga  sekitar lokasi kejadian. Sampai hari ketiga kejadian, pemerkosaan  pelaku  belum ditangkap.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Setuju 

Halaman
1234
Penulis: Eugenius Moa
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved