Testimoni Vox Point Manggarai atas Konferensi Pendidikan Flores-Lembata di Labuan Bajo

Vox Point Manggarai memberikan testimoni atas pelaksanaan Konferensi Pendidikan se-daratan Flores-Lembata di Labuan Bajo yang akan berlangsung pada 20

Testimoni Vox Point Manggarai atas Konferensi Pendidikan Flores-Lembata di Labuan Bajo
Pos Kupang.com/Aris Ninu
Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S. Fil., M. Pd. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG-COM-RUTENG-Vox Point Manggarai memberikan testimoni atas pelaksanaan Konferensi Pendidikan se-daratan Flores-Lembata di Labuan Bajo yang akan berlangsung pada 20-22 Juni 2019.

Vox Point Manggarai dalam rilisnya kepada POS-KUPANG.COM yang dikirim ditandatangani
Ketua,
Erlan Yusran, S.H, Sekretaris Dr. Marianus Mantovanny Tapung, S. Fil., M. Pd dan
moderator, RD. Dr. Maksimus Regus di Ruteng, Kamis (20/6/2019) pagi.

Dalam rilisnya ada tujuh point yang ditekankan dan disampaikan yakni pertama, menyampaikan selamat dan sukses kepada para pelaku pendidikan Katolik yang akan menjalankan kegiatan Konferensi Pendidikan di Labuan Bajo.

Semoga Konferensi pendidikan ini menjadi momentum untuk refleksi, evaluasi, introspeksi dan sekaligus proyeksi terhadap eksistensi pendidikan Katolik pada abad 21 serta menegaskan secara lebih kuat peran dan kehadiran Gereja Katolik sebagai sumber penyelamatan umat manusia di dunia ini.

Kedua, sebagai kegiatan untuk memanusiakan manusia, pendidikan merupakan salah satu dimensi sangat penting dan strategis.

Pendidikan berperan amat signifikan dalam membekali manusia untuk menyongsong masa depan yang diwarnai dengan berbagai tantangan dan perubahan. Berkaitan dengan itu, pendidikan Katolik perlu kembali menyadari bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif

mengembangkan prestasi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara sesuai UU Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003.

Ketiga, pendidikan katolik harus kembali ke fondasi dasar dan khasnya, yakni panggilan universal menjadi ‘kudus’ bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya sesuai Konsili Vatikan II, Lumen Gentium Bab 5. Panggilan universal untuk hidup kudus mesti terus melandasi pelaksanaan pendidikan Katolik, dari tingkat dasar sampai pendidikan tinggi. Dengan demikian, desain, struktur, dan konten kurikulum serta luaran proses pendidikan dalam bentuk kepandaian akal budi (kognisi), kematangan sikap dan perilaku (afeksi), keterampilan fisik (psikomotor) dan ketajaman hati nurani dan iman (spiritual),

semuanya terarah pada Tuhan. Kekhasan tujuan pendidikan Katolik adalah selain untuk penguatan kapasitas akal budi, tetapi juga kematangan dan penguatan hati nurani, moralitas, karakter pribadi, dan iman kepercayaannya. Semuanya itu digunakan dan dimanfaatkan untuk mengenal dan mencintai Allah dan

Halaman
123
Penulis: Aris Ninu
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved