Ricuh Laga Persebaya vs Madura United, Begini Penegasan PSSI:

Laga Persebaya Surabaya melawan Madura United pada leg pertama babak delapan besar Piala Indonesia2018 di Stadion Gelora Bung Tomo

Ricuh Laga Persebaya vs Madura United, Begini Penegasan PSSI:
SURYA/HABIBUR ROHMAN
Pendukung Persebaya Surabaya menyalakan flare saat menjamu Madura United FC pada Leg 1 babak 8 besar Piala Indonesia di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Rabu (19/6/2019). Gol Tunggal Osvaldo Haay pada menit 54 menjadi penyeimbang skor 1-1 yang lebih dulu didapat Madura United FC. 

POS KUPANG.COM - - Laga Persebaya Surabaya melawan Madura United pada leg pertama babak delapan besar Piala Indonesia2018 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/6/2019), berakhir ricuh.

Suporter Persebaya Surabaya terlihat menyalakan petasan dan juga memasuki lapangan satu menit sebelum pertandingan berakhir.

Pendukung Persebaya Surabaya itu membawa spanduk bertuliskan "Jangan Buat Malu Surabaya" dan dibentangkan di tengah-tengah lapangan.

Spanduk 'Jangan Bikin Malu Surabaya' muncul saat pertandingan babak perempat final leg pertama Piala Indonesia 2018. (YOUTUBE.COM via BolaSport.com)

Melihat kondisi yang sudah tidak kondusif, wasit Fariq Hitaba, meniupkan peluit pertanda berakhirnya pertandingan dengan skor 1-1 untuk kedua tim.

PSSI menyayangkan kericuhan yang terjadi di pengujung pertandingan tersebut.

Lewat Direktur Media dan Promosi Digital PSSI, Gatot Widakdo, federasi sepak bola Indonesia itu sangat menyayangkan adanya insiden yang seharusnya tidak perlu terjadi itu.

Gara-gara Setya Novanto, 2 Petugas Dihukum Penundaan Kenaikan Pangkat dan Gaji

"Tentu kami sangat menyesal tentang kericuhan yang terjadi sebelum pertandingan berakhir," kata Gatot Widakdo saat dihubungi BolaSport.com, Rabu (19/6/2019).

"Seharusnya suporter tidak melakukan itu karena sangat merugikan bagi tim yang mereka dukung," ucap Gatot Widakdo menambahkan.

Terkait sanksi yang akan

"Jadi nanti Match Commissioner akan membuat laporan terlebih dahulu dan diserahkan kepada Komdis PSSI. Dari sana Komdis PSSI baru sidang dan menentukan hukuman," kata Gatot Widakdo.

Gatot Widakdo memastikan, apabila Persebaya Surabayamendapatkan hukuman, tim asuhan Djadjang Nurdjaman itu tidak akan mendapatkan hukuman denda berkali lipat.

Sebelumnya, Persebaya Surabaya sudah mendapatkan hukuman denda uang dari Komdis PSSI sebanyak Rp260 juta di Liga 1 2019.

"Tidak akan dilipatgandakan bila Persebaya Surabayamendapatkan hukuman denda karena ini beda kompetisi. Denda kemarin kan didapatkan di Liga 1 2019, sekarang kan kompetisnyaPiala Indonesia 2018," kata Gatot Widakdo.

jatuh kepada Persebaya Surabaya, Gatot Widakdo enggan berkomentar.

Namun yang pasti kerusuhan pada pertandingan malam ini tak luput dari pantauan Komite Disiplin (Komdis) PSSI. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved