Ini Permintaan Keluarga Pada Polres Manggarai Terkait Tabrakan yang Menimpa Dokter Indrawati

dugaan tindak pidana lain yang mengarah kepada adanya dugaan pembunuhan yang dilakukan pelaku atas korban.

Ini Permintaan Keluarga Pada Polres Manggarai Terkait Tabrakan yang Menimpa Dokter Indrawati
POLRES RUTENG UNTUK POS KUPANG.COM
Inilah TKP meninggalnya dokter Indrawati di Wae Reca, Kelurahan Rana Loba, Borong. 

Ini Permintaan Keluarga Pada Polres Manggarai Terkait Tabrakan yang Menimpa Dokter Indrawati

POS-KUPANG-COM|RUTENG--Keluarga memastikan dokter Yohana. Fransiska Indrawati Leonardi yang bertugas di Puskesmas Borong meninggal dunia karena ditabrak pelaku SADT, seorang ASN di Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Selasa (7/5/2019) pagi.

Oleh karena itu, keluarga meminta dan mendesak aparat Polres Manggarai melakukan penyelidikan adanya dugaan tindak pidana lain yang mengarah kepada adanya dugaan pembunuhan yang dilakukan pelaku atas korban.

Keluarga pun sudah membeberkan data-data kalau korban tidak sedang menyebrang jalan tapi ditabrak pelaku di jalan raya lintas Flores tepatnya di Wae Reca, Kelurahan Rana Loba, Kecamatan Borong, Matim.

Kepastian soal korban ditabrak telah dibuktikan dengan data dan bukti yang diberikan kepada polisi.

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 20 Juni 2019, Aries Sibuk, Taurus Jangan Berlebihan, Zodiak Lain?

SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming Sidang MK, Perselisihan Hasil Pilpres di MK, Keterangan Saksi

Renungan Harian Kristen Kamis 20 Juni 2019 Teruslah Berjalan Walaupun Kadang Berhenti karena Lelah

"Kami memastikan dan tegas korban ditabrak pelaku. Kami sudah melakukan pengecekan dan mengumpulkan informasi di TKP tidak ada tanda-misalnya bekas rem ban mobil di aspal sehingga kami menduga ada dugaan tindak pidana yang mengarah kepada dugaan tindak pidana pembunuhan atas korban." papar Ito Djedoma, suami korban kepada wartawan di Ruteng, Rabu (19/6/2019) siang.

Menurut Ito, keluarga jangan hanya menggunakan pasal-pasal dalam UU Lalu Lintas tapi pasal dugaan tindak pidana pembunuhan. Kami keluarga ingin kasus ini terang dan mengetahui motif pelaku melakukan tindakannya.

"Kami sudah bersurat ke Polda NTT dan Mabes Polri terkait kasus ini tembusannya kepada Kapolres Manggarai," papar Ito Djedoma, suami korban kepada wartawan di Ruteng, Rabu (19/6/2019) siang.

Ia menegaskan, keluarga meminta polisi bisa bekerja guna mengungkap dugaan tindak pidana lain seperti adanya dugaan pembunuhan yang dilakukan pelaku.

Tidak Kembalikan Objek Hak Tanggungan Nasabah, Bank Christa Jaya Dipolisikan ASN

Jatanras Polres Manggarai Ringkus 2 Pelaku Judi KP di Desa Benteng Kuwu

Undana Kupang Akan Hasilkan Tiga Tipe Sophia

"Kami pun ingin menegaskan kalau korban tidak menyebrang jalan tapi korban ditabrak oleh pelaku. Penjelasan soal korban menyebrang jalan sangat kami sayangkan. Kami sudah berikan bukti dan data kalau korban ditabrak," papar Ito.

Ito mengatakan, penanganan kasus yang menimpa dokter Indrawati telah diserahka kepada kuasa hukum keluarga, Erlan Yusran, S.H guna mengungkapkan kasus tersebut.

"Kami berharap fakta-fakta yang kami beberkan bisa membantu mengungkapkan adanya dugaan tindak pidana yang mengarah kepada dugaan pembunuhan atas korban," papar Ito.

Kapolres Manggarai, AKBP Cliffy Steiny Lapian, SIK yang dihubungi POS-KUPANG.COM per-telepon di Ruteng, Rabu (19/6/2019) sore menegaskan, kalau pihak keluarga memilikki bukti lain atas meninggalnya korban pihaknya mempersilahkan bukti-bukti tersebut disampaikan kepada Polres Manggarai guna dilakukan penyelidikan.

"Silahkan ajukan dan sampaikan bukti tersebut kepada kita," kata Kapolres Cliff.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved