Ini Alasan Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

Ini Alasan Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

Ini Alasan Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Deputi Penindakan Brigjen (Pol) Firli, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Direktur Penuntutan Supardi di Gedung KPK Jakarta, Jumat (6/4/2018). 

Ini Alasan Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menarik Brigadir Jenderal (Pol) Firli yang menjabat sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menjelaskan, penarikan itu dilakukan lantaran Firli telah mendapat jabatan baru di Korps Bhayangkara.

Sambut HUT Bhayangkara ke-73, Polres Kupang Kota Gelar Baksos di Pantai Warna Oesapa

"Ya dia (Firli) mendapat jabatan baru. Kira-kira gitu. Ya, ditarik lah," kata Saut, di Gedung lama KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (20/6/2019). Saut mengatakan, penarikan Brigjen Firli telah terjadi pada pekan lalu.

"Aku lupa suratnya. Tetapi seingat saya minggu-minggu lalu. Tanggalnya saya enggak ingat," ucapnya.

Terkait kosongnya Deputi Penindakan KPK, Saut menilai, Direktur Penyidikan KPK dapat merangkap tugas menjadi Deputi Penindakan. Hal itu dilakukan agar kinerja KPK tetap berjalan.

Penertiban Aset Daerah, Pemerintah Provinsi NTT Review Perjanjian Terhadap Seluruh Aset

"Kalau saya pikir, sementara yang ada sekarang bisa juga Direktur merangkap Deputi. Itu kan bisa. Tapi itu tergantung keputusan. Pimpinan ini kan berlima, bukan saya saja," sambunya.

Menurut Saut, KPK belum fokus untuk mengurus kekosongan tersebut. Pasalnya, ada belasan kasus korupsi yang harus segera diselesaikan.

Berdasarkan informasi, Brigjen Firli diduga telah melanggar kode etik lantaran bertemu dan bermain tenis dengan Mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat, Tuan Guru Bajang (TGB), pada 13 Mei 2018.

Padahal, saat itu TGB menjadi saksi dalam sebuah kasus yang sedang ditangani KPK. Menurut Saut, pihaknya telah membahas persoalan tersebut. Kendati demikian, pihaknya belum memutuskan ada tidaknya pelanggaran etik.

"Kita sudah membahas itu, tetapi kan belum sampai pada keputusan final kan. Artinya kalau dikembalikan memang prosesnya seperti itu," papar Saut.

Sebelumnya, Wadah Pegawai (WP) KPK telah membuat petisi untuk bidang penindakan. Petisi tersebut berisikan imbauan untuk menghentikan segala bentuk upaya yang menghambat penanganan kasus-kasus besar.

Indonesia Corruption Watch (ICW) juga mendesak pimpinan KPK segera mengembalikan Deputi Penindakan KPK, Firli ke Korps Bhayangkara. (Kompas.com/Christoforus Ristianto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mantan Deputi Penindakan KPK Brigjen Firli Ditarik Kembali ke Polri",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved