Hari Ini Gubernur NTT Tuntaskan Perbatasan Sumba Barat dan Sumba Barat Daya

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dijadwalkan hari ini akan menuntaskan masalah perbatasan antara Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Bar

Hari Ini Gubernur NTT Tuntaskan Perbatasan Sumba Barat dan Sumba Barat Daya
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Gubernur NTT Viktor B. Laiskodat saat berkunjung ke Labuan Kelambu Desa Sambinasi Kecamatan Riung Kabupaten Ngada, Jumat (14/6/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dijadwalkan hari ini akan menuntaskan masalah perbatasan antara Kabupaten Sumba Barat dan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD).

Informasi yang diperoleh POS-KUPANG.COM, Kamis (20/6/2019), Gubernur NTT akan berkunjung ke Sumba Barat dan SBD dalam rangka penyelesaian kasus perbatasan antara dua daerah itu. Beberapa waktu lalu, Gubernur NTT telah mengunjungi dan bertemu dengan pemerintah dan masyarakat di dua kabupaten ini.

Karo Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Dr. Marius Jelamu,M. Si mengatakan, beberapa waktu lalu Gubernur NTT telah berkunjung ke dua daerah itu, sehingga dalam kunjungan saat ini adalah penuntasan kasus perbatasan di dua kabupeten tersebut.

Saat JImat Diambil, Tebasan Parang tak Menpan. Namun Dihantam Batu Korban pun Tewas di Kebun

"Saya kira masyarakat harus mendukung upaya pemerintah agar persoalan perbatasan di NTT bisa tuntas," kata Marius.

Dia mengatakan, Gubernur NTT saat ini adalah sosok pemimpin yang terus bekerja walaupun hari libur.

Sebelumnya juga Gubernur NTT telah menyelesaikan  masalah perbatasan antara Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Ngada.

Dikatakan, terkait hak milik warga di perbatasan dua wilayah, ia mengatakan, masalah warga punya tanah atau aset tidak hilang dan tetap ada, hanya saja secara administrasi ada di wilayah lain.

Bupati Malaka Tinjau Tiga Lapangan Pertandingan ETMC, Begini Kesiapan Tuan Rumah Terkini

Dia mencontohkan masalah perbatasan Manggarai Timur dan Ngada yang sudah berlangsung sejak 46 tahun silam dan baru dituntaskan.

"Di Manggarai Timur ada warga yang punya aset masuk wilayah Ngada dan itu diakui. Aset itu tidak hilang dan tetap ada, hanya saja secara administrasi masuk di Kabupaten Ngada," katanya.

Dia mengakui, hak warga tetap ada, karena itu masyarakat perlu mendukung penyelesaian masalah perbatasan.

"Batas pemerintahan bisa diatur agar dapat membangun dengan baik. Kalau masih konflik,pemerintah tidak bisa intervensi," ujarnya. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved