Demo soal Minimnya Air Bersih di Kupang, Anggota Dewan Bersitegang Dengan Aktivis

Anggota DPRD Kota Kupang bersitegang dengan para pendemo saat menerima mereka di pintu masuk Gedung DPRD Kota Kupang, jalan Frans Seda Kupang pada

Demo soal Minimnya Air Bersih di Kupang, Anggota Dewan Bersitegang Dengan Aktivis
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Anggota dewan bersitegang dengan aktivis GMNI di depan pintu Gedung DPRD Kota Kupang pada Kamis (20/6/2019). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Anggota DPRD Kota Kupang bersitegang dengan para pendemo saat menerima mereka di pintu masuk Gedung DPRD Kota Kupang, jalan Frans Seda Kupang pada Kamis (19/6/2019) pagi.

Demo yang dilakukan oleh belasan aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kupang itu mulai berlangsung sekira pukul 09.00 Wita. Mereka membawa bendera GMNI dan megaphone untuk melakukan orasi.

Saat mereka merangsek akan memasuki gedung DPRD yang dijaga oleh anggota Polisi Pamong Praja dan staf sekretariat DPRD, seorang anggota dewan, Zeyto R Ratuarat keluar dan menemui mereka.

Begini Rekor Buruk Persija Jakarta saat Hadapi Persela Lamongan

Usia mereka melakukan orasi, anggota komisi I tersebut mengajak dialog dan bertanya. Namun saat sedang bertanya kepada kepada salah satu pendemo di barisan depan, seorang pendemo lainnya langsung menyanggah dengan suara keras dari dalam kerumunan.

Aktivis tersebut lalu terlibat adu argumen dan bersitegang dengan wakil rakyat dari Partai Golkar itu.

BREAKING NEWS- Mobil Anggota DPRD TTU Terjungkal ke Jurang

Usai ditenangkan oleh beberapa anggota Satpol PP, mereka kemudian mendengar Zeyto.

Zeyto yang mewakili pimpinan DPR kemudian mempersilahkan perwakilan pendemo untuk masuk dan berdialog di dalam ruang sidang DPRD Kupang.

Hari Ini Gubernur NTT Tuntaskan Perbatasan Sumba Barat dan Sumba Barat Daya

Sebelumnya, dalam orasi yang disampaikan, mereka mempersoalkan air bersih di kota Kupang yang dijanjikan dalam program Pemerintahan Walikota Jefri Riwu Kore. Mereka menganggap dewan yang merupakan wakil rakyat tidak melakukan pengawasan sehingga persoalan air kota Kupang tetap carut marut.

Menurut staf sekretariat DPRD, mereka tidak mendapat surat pemberitahuan aksi oleh pendemo sehingga mereka tidak mengijinkan para pendemo memasuki ruangan saat awal tiba di gedung itu.

Pihak kepolisian pun mengaku tidak mendapat informasi terkait aksi demo oleh aktivis GMNI itu. "Kita tidak dapat informasi atau pemberitahuan tentang aksi, ini mendadak tapi harus kita amankan," ujar salah satu anggota Sabhara Polres Kupang Kota yang ikut mengamankan aksi tersebut. (*)

Aksi Demo yang dilakukan oleh aktivis GMNI Kota Kupang menuntut penyelesaian persoalan air bersih warga pada Kamis (20/6/2019) di Kantor DPRD Kota Kupang.

Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved