Debit Mata Air Parunu Kanatang Menurun, Petani Sawah Setempat Resah

Para petani padi sawah di lokasi persawahan Parunu,Kelurahan Temu,Kecamatan Kanatang,Sumba Timur mengeluhkan debit air yang terus menurun

Debit Mata Air Parunu Kanatang Menurun, Petani Sawah Setempat Resah
POS-KUPANG.COM/ robert ropo
Petani di Parunu sedang membajak sawah 

Debit Mata Air Parunu Kanatang Menurun, Petani Sawahan Setempat Resah

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU- Para petani padi sawah di lokasi persawahan Parunu,  di Kelurahan Temu, Kecamatan Kanatang, Kabupaten Sumba Timur mengeluhkan debit air yang terus menurun.

Keluhan itu disampaikan oleh petani setempat Jilik Nggau Behar (20), Katanga Tunggu (36), dan Soni katanga Teu (23) ketika ditemui POS-KUPANG. COM di lokasi persawahan itu, Kamis (20/6/2019) pagi.

Jilik Nggau Behar mengatakan, kurangnya debit mata air kali Parunu juga selalu menghantui mereka pada setiap tahun pada saat mereka membudidayakan tanaman padi milik mereka di persawahan Parunu itu.

Petani Sawah di Bello Dapat Rp 24 Juta untuk Irigasi

Kata dia, persawahan Parunu digarap oleh delapan petani kepala keluarga (KK). Pada setiap tahun mereka hanya bisa menanam satu kali saja, sebab debit air dari mata air parunu sangat kecil.

"Kami satu tahun itu hanya sekali tanam dan panen saja karena debit air ini sangat kecil. Kami bisa tanam juga disaat musim hujan. Kalau musim hujan tidak ada air lagi jadi kami duduk sudah usaha cari hidup yang lain lagi,"ungkap Jilik.

Katanga Tunggu juga menambahkan, jika debit air lancar, maka satu tahun itu bisa mereka tanam padi tiga kali.

"Tapi ini hanya satu kali, kalau debit air mampu pasti kita tanam bisa 3 kali dalam setahun. Ini yang kita tanam ini yang kedua saja kita coba saja, kebetulan hujan ini tahun lumayan mudah-mudahan debit air yang ada ini tetap bertahan,"kata Katanga.

Petani Kaliuda, Sumba Timur Tanam Sayur di Musim Kering! Ini Yang Digunakan

Mereka juga berharap agar Pemerintah Daerah, atau Pemerintah Kelurahan, atau pun pihak lain yang berniat membantu untuk bisa membangun irigasi permanen agar air tidak meresap dan terbuang yang lainnya.

"Kita harapkan itu saja, kalau bisa Pemda atau Pemerintah Kelurahan atau pihak lain yang berniat membantu bangun saja permanen agar air tertampung semua dan diairkan semua ke persawahan ini sehingga bisa kami tanam tiga kali setahun,"harap Jilik, diaminkan Katanga dan Soni.  (*)

 

 
 

Penulis: Robert Ropo
Editor: Adiana Ahmad
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved