Bank Christa Jaya Dipolisikan ASN, Begini Alasannya

Selanjutnya, Ia kemudian mendatangi Bank Christa Jaya untuk mengkonfirmasi hal tersebut.

Bank Christa Jaya Dipolisikan ASN, Begini Alasannya
POS KUPANG/RYAN NONG
Direktur PT BPR Christa Jaya Perdana Lany Tadu (tengah) didampingi Kepala Bagian Kredit, Yunus Laiskodat (kiri) dan Manager Marketing Wilson Liyanto saat memberi keterangan kepada wartawan di Kantor Bank Christa Jaya. 

 Bank Christa Jaya Dipolisikan ASN, Begini Alasannya

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- PT. BPR Bank Christa Jaya Perdana (Bank Christa Jaya) Kupang dipolisikan oleh seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Provinsi NTT akibat tidak mengembalikan dengan patut objek hak tanggungan nasabah.

Adalah Ance alias MM (49) warga Jalan Oeekam Kelurahan Sikumana Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT yang bertindak melaporkan Bank Christa Jaya ke Polda NTT pada 22 Mei 2019 dengan nomor laporan polisi LP/B/184/V/RES.1.11/2019 atas dugaan melakukan penipuan dan penggelapan atas dua SHM yang dijadikan sebagai objek hak tanggungan dalam kredit modal kerja di bank tersebut.

Kepada wartawan di Kantor Hukum Heri Batileo & partner, Ance menceritakan kronologi kasus penipuan yang merugikan pihaknya tersebut.

Ance yang merupakan istri sah dari almarhum Wellem Dethan mengungkapkan semasa hidup, suaminya  menjadi debitur dalam perjanjian kredit modal kerja pada Bank Christa Jaya.

Pada 9 Maret 2012, almarhum Wellem mengajukan kredit senilai Rp 75 juta dengan nomor akat 65/PK-CJP/III/2012. Pada 9 Juli 2015, Wellem kembali melakukan suplesi (menambah jumlah kredit) senilai Rp 75 juta dengan nomor 65A/PK-CJP/VII/2015. Kemudian pada 9 Desember 2015, almarhum kembali melakukan suplesi senilai Rp 15 juta dengan nomor 65B/PK-CJP/XII/2015.

Deretan Artis Main 7 Drama Korea Tahun Ini, Sayang untuk Dilewatkan

Dermaga Kayu Ke Obyek Wisata Pasar Barter dan Batu Megalitik Warloka Rusak Parah

Anda Ingin ke Waingapu menggunakan Kapal Feri, Ini Jadwalnya!

Selanjutnya pada 20 Februari 2016 almarhum melakukan tukar jaminan dan pada 8 Maret 2016 almarhum melakukan perpanjangan waktu kredit yang tertuang dalam akat nomor 65D/PK-CJP/III/2016.

Almarhum kembali melakukan suplesi pada 9 Juli 2016 senilai Rp 285 juta dengan nomor 65R/PK-CJP/VII/2016. Dan akhirnya pada 3 Januari 2017, keluar jaminan yang ditulis dalam akat nomor 65F/PK-CJP/I/2017.

"Pada 3 Januari 2017, baki debet kredit debitur suami saya menjadi Rp 0. Akan tetapi dari tiga objek hak tanggungan, hanya satu yang diroya (dikeluarkan) sedangkan dua lainnya tidak," kata Ance.

Pasukan Pengamanan Pasca Bentrokan di Naibonat Sudah Ditarik

Kevin Aprilio Kabur Melihat Widy Vierratale, Persulit Pembayaran Honor dan Solo Karier Sang Vokalis

Objek yang diroya saat itu hanya mobil Toyota Rush 1,5 G MT dengan nomor polisi DH 1447 atas nama Marice Malo yang bernomor mesin 3SZ-DAD6031. Dua objek lain yang terdiri dari SHM Nomor 166 seluas 488 M2 atas nama Wellem Dethan di Kelurahan Sikumana dan  SHM Nomor 168 seluas 334 M2 atas nama Wellem Dethan di Kelurahan Sikumana tidak dikembalikan.

Halaman
12
Penulis: Ryan Nong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved