Ajak Kaum Milenial, Ansy Lema: Perkuat Bangsa dan Pancasila Gunakan Teknologi

Ajak Kaum Milenial, Ansy Lema: Perkuat Bangsa dan Pancasila Gunakan Teknologi

Ajak Kaum Milenial, Ansy Lema: Perkuat Bangsa dan Pancasila Gunakan Teknologi
ISTIMEWA
Ansy Lema saat menjadi narasumber dalam diskusi yang bertajuk "Dunia Kampus, Milenialisme, dan Kebangsaan" di Aula Margasiswa, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2019). 

Ajak Kaum Milenial, Ansy Lema: Perkuat Bangsa dan Pancasila Gunakan Teknologi

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kaum milenial berperan besar bagi penguatan kebangsaan dan ideologi Pancasila. Artinya, dilahirkan antara 1983-2001, milenial menentukan masa depan Indonesia di masa yang akan datang, termasuk masa depan kebangsaan yang berideologi Pancasila. Masa depan Indonesia ada pada generasi milenial yang cerdas, kreatif, dan peduli, juga pada aksi literasi.

Demikian penegasan politisi muda PDI Perjuangan, Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema ketika menjadi narasumber diskusi yang diadakan Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI).

Jefri Riwu Kore Ladeni Mahasiswa Saat Demo di Kantor Walikota Kupang

Diskusi bertajuk: "Dunia Kampus, Milenialisme, dan Kebangsaan" berlangsung di aula Margasiswa, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2019) malam.

Menurut Ansy, penegasan ini harus dilakukan, karena adanya fakta mulai menurunnya kesadaran tentang pentingnya kebangsaan di kalangan kaum milenial.

Asyik Bermain Judi, 9 Ibu Rumah Tangga Ditangkap Polisi, Ini Identitasnya

Misalnya pada 2015, sebanyak 8,5 persen atau 58 dari 684 responden milenial yang bersekolah setuju jika bangsa dan Pancasila sebagai dasar negara diganti ideologi transnasional.

"Artinya satu dari 12 milenial setuju bahwa kebangsaan dan Pancasila harus diganti. Jumlah ini sangat besar mengingat pada tahun 2018, milenial Indonesia mencapai 90 juta orang berdasarkan data BPS (Biro Pusat Statistik)," papar DPR RI terpilih asal NTT pada Pileg 2019 ini.

Ansy mengutip penelitian terbaru dari Setara Institute (2019) yang mencatat adanya penyebaran ideologi anti-Pancasila di kampus. Ironisnya, indokrinasi itu dilakukan secara sistematis dengan menguasai sentra organisasi kampus-kampus negeri; leluasa menyebarkan doktrin ideologis yang menolak Pancasila dan paham kebangsaan.

Penyebaran radikalisme di kalangan milenial, demikian Ansy, dilakukan dalam cara yang beragam. Namun, salah satu penyebaran yang efektif dilakukan dengan memanfaatkan kedekatan milenial dengan teknologi informasi, terutama media sosial (medsos).

"Penyebaran ideologi radikal tersebut lebih banyak terjadi di kalangan milenial, karena kedekatan dengan media sosial seperti facebook, instagram, twitter, youtube, dan lain-lain. Sikap ingin tahu yang tinggi mengantar milenial pada indoktrinasi radikalisme di media sosial. Apalagi penyebaran tersebut didukung kebijakan dari pengelola media sosial," ujar mantan Dosen Universitas Nasional tersebut.

Halaman
123
Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved