Helena Tungga Sebut Lansia ke Sulamanda Lepaskan Beban Perasaan Hati

Badan Pengurus para Lanjut Usia (Lansia) Gereja Ebenhaeser, Tarus, Kupang Tengah, Helena Tungga, menegaskan, kehadiran mereka di pantai wisata Su

Helena Tungga Sebut Lansia ke Sulamanda Lepaskan Beban Perasaan Hati
Pos Kupang.com/edy hayong
Ket foto : Edi Hayong Para lansia berfoto bersama  di kawasan obyek wisata Sulamanda, Desa Mata Air, Kupang Tengah, Rabu (19/6/2019) 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I TARUS---Ketua Badan Pengurus para Lanjut Usia (Lansia) Gereja Ebenhaeser, Tarus, Kupang Tengah, Helena Tungga, menegaskan, kehadiran mereka di pantai wisata Sulamanda (Sudah Lama Menanti Anda) sebagai bentuk melepas perasaan hati. Dengan suasana hidup di rumah yang penuh tekanan, tentu para lansia butuh refreshing untuk menenangkan pikiran dengan bermain dan bernyanyi menghibur hati.

Helena Tungga menyampaikan hal ini kepada wartawan di sela-sela kegiatan refreshing di Pantai Sulamanda, Desa Mata Air, Rabu (19/6/2019).

Menurut Helena, total lansia yang ada 200 orang. Pihaknya bersyukur bahwa dengan fisik yang sudah berangsur lemah tapi mereka masih bisa saling berjumpa saling berbagi cerita. Pemilihan tempat wisata Sulamanda dimaksudkan agar para lansia bisa melepas segala beban perasaan hati. Para lansia bisa refreshing bermain dan bernyanyi bersama dipandu para pendeta.

Viktor Laiskodat Angkat Jempol Usai Minum Sophia

"Kita bersyukur pada Tuhan karena memberikan obyek Wisata Sulamanda. Kami mau lepas beban perasaan hati. Kami refresing bangun fisik yang sudah lemah tapi masih dalam semangat kebersamaan," katanya.

Disaksikan POS KUPANG.COM, kegiatan yang dilakukan para lansia selain berdoa bersama, juga mengikuti lomba lari balon dan menari kereta bersama dan bagi yang juara meraih hadiah dari panitia.

Untuk diketahui sedikitnya puluhan orangtua lanjut usia (lansia) dari Gereja Ebenhaeser, Tarus, Kupang Tengah, mengikuti refreshing di Pantai Wisata Sulamanda. Para lansia saling sharing pengalaman iman yang dipandu Pendeta Mera Fanggidae Leki, S.Th.

Para lansia yang hadir baik laki-laki maupun perempuan, duduk setengah lingkaran sambil mendengarkan arahan dari pembawa acara, Helena Tungga. Selanjutnya Helena memberikan kesempatan kepada para lansia untuk sharing pengalaman.

Oma vin dalam sharingnya meminta para lansia untuk bergumul dengan semua penghuni dalam rumah. Harus saling berdoa minta kekuatan dari Tuhan. Saling komunikasi dengan baik karena di dalam rumah ada banyak tantangan hidup. Harus hadapi semua dengan penuh sukacita.

Setya Novanto Dipantau 350 CCTV, Tak Boleh Dikunjungi Selama 1 Bulan, Ini Alasannya

Sementara Opa Ferdinan Nale mengatakan, dalam mengisi hari-hari hidupnya berencana  mendekatkan diri dengan Tuhan Yesus. Pasalnya, Yesus  selalu menolong dalam susah dan senang.

"Walau saya selalu diserang penyakit tapi saya tetap tegar. Dalam kondisi fisik yang makin tua karena tantangan hidup, tapi karena mendekatkan diri pada Tuhan maka pertolongan selalu ada," kata Ferdinan.

Harapannya kedepan, kata Ferdinan, selagi Tuhan memberi hidup maka parah lansia jangan kalah dalam berusaha. Tunjukan pada anak cucu bahwa walaupun sudah tua masih bisa bekerja. Wariskan kebaikan pada anak cucu. (*)

 
 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved