Bengkel APPeK Beberkan Ketimpangan Pendidikan di Kabupaten Kupang

Namun dalam realitasnya, dari 2.459 total ruang kelas di Kabupaten Kupang hanya 20,9 persen dalam kondisi baik.

Bengkel APPeK Beberkan Ketimpangan Pendidikan di Kabupaten Kupang
POS KUPANG/EDY HAYON
Direktur Bengkel APPeK NTT, Vinsen Bureni ketika mendampingi Aktor Reza saat berada di SDN Dendeng, Kupang Tengah, Selasa (18/6/2019) 

Bengkel APPeK Beberkan Ketimpangan Pendidikan di Kabupaten Kupang

POS-KUPANG.COM I OELAMASI--Bengkel APPeK NTT yang dalam programnya menjalin kerjasama dengan YAPPIKA ActionAid, membeberlam ketimpangan pengelolaan pendidikan di Kabupaten Kupang.

Sorotan lembaga ini lebih pada syarat pendidikan terutama keselamatan, kesehatan, aksesibilitas dan kenyamanan.

Dalam Rilis Bengkel APPeK NTT yang diperoleh POS KUPANG.COM, Rabu (19/6/2019) menyebutkan, sarana dan prasarana pendidikan merupakan faktor  pendukung proses belajar mengajar di setiap satuan pendidikan.

Artinya bahwa bangunan dan ruangan harus memenuhi persyaratan keselamatan, kesehatan, aksesibilitas dan kenyamanan.

Namun dalam realitasnya, dari 2.459 total ruang kelas di Kabupaten Kupang hanya 20,9 persen dalam kondisi baik.

Sisanya sebanyak 228 kelas (9,3 persen) kategori rusak sedang dan kategori rusak berat sebanyak 575 ruang kelas (23,4 persen). Sementara pada tahun 2017/2018 juga terdapat kekurangan jumlah ruang kelas sebanyak 61 unit.

Persib Bandung Ditahan Imbang PS Tira Persikabo, Ini Analisa Pelatih Robert Alberts

Ratna Sarumpaet Akui Bohong Yang Ia Lakukan Sebagai Perbuatan Terbodoh Selama Hidup

Kapolri Tito Karnavian Akui Pernah Minta Teroris Bunuh Diri di Depannya

Beberapa fakta terkait kondisi ruang kelas di Kabupaten Kupang antara lain, atap yang berlubang dan lepas, plafon lapuk dan nyaris roboh, lantai yang terlepas, tembok retak atau terbelah, beberapa sekolah berada di lokasi rawan karena tanah yang tidak mendukung (lunak dan bergerak).

Ditambah lagi sejumlah sekolah harus menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar di gedung darurat yang terbuat dari dahan kelapa, lontar atau bambu yang rentan terhadap angin kencang sehingga mudah roboh juga bocor saat musim hujan.

Ironisnya, disaat alokasi DAK fisik bidang pendidikan yang terus menurun, kinerja pemerintah Kabupaten Kupang dalam pelaksanaan proyek pembangunan atau rehabilitasi sekolah rusak yang bersumber dari DAK juga tidak optimal.

Hasil riset evaluasi tata kelola pembangunan ruang kelas oleh YAPPIKA ActionAid dan Bengkel APPeK tahun 2017 menemukan bahwa pembangunan ruang kelas belum didukung dengan tata kelola pembangunan ruang kelas.

Hal ini tampak dari perencanaan alokasi bantuan pembangunan ruang kelas tidak berbasiskan data (kondisi riil ruang kelas dan kebutuhan ruang kelas).(Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved