Begini Penilaian DPRD NTT soal Kelebihan dan Kelemahan PPDB Online

Kelebihan PPDB online, yakni bahwa siswa yang berprestasi tidak memonopoli sekolah favorit atau sekolah tenar.

Begini Penilaian DPRD NTT soal  Kelebihan dan Kelemahan PPDB Online
pos kupang/robert ropo
Yohanes Rumat 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG - Anggota Komisi V DPRD NTT menilai kelebihan dan kelemahan atau kekurangan dari sistem PPDB online di NTT. Salah satu kelebihannya adalah bahwa anak - anak yang berkemampuan lebih soal kecerdasannya tidak bisa memonopoli sekolah-sekolah yang dianggap favorit.

Yohanes menyampaikan hal ini kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (19/6/2019).
Menurut Yohanes, PPDB secara online yang sudah mulai diterapkan di NTT beberapa tahun lalu hingga saat ini tentu memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan PPDB online, yakni bahwa siswa yang berprestasi tidak memonopoli sekolah favorit atau sekolah tenar.

"Selama ini, karena hanya diberi batas 5 persen, oleh karena itu guru dituntut untuk bekerja keras merubah siswa yang berkemampuan pas-pas jadi pintar, " kata Yohanes.

Setya Novanto Dipantau 350 CCTV, Tak Boleh Dikunjungi Selama 1 Bulan, Ini Alasannya

Dijelaskan, kelebihan lain , yaknibmembantu orang tua siswa dari biaya transportasi lebih dekat.

"Saat pendaftaran, tidak ada antrian, karena bisa diakses dari mana saja selama sistemnya baik dan normal, anak atau siswa di wajibkan untuk paham soal teknologi IT," katanya.

Ini Alasan Pelatih Maung Bandung Persib Gantikan Artur dengan Kim Jeffrey vs Tira Persikabo

ini mengakui, dengan PPDB online, tidak ada titip-titipan dari pejabat,kenalan untuk didaftar ke sekokah tertentu.

Sedangkan kelemahannya, bahwa siswa yang pintar tidak bisa memaksa diri untuk didaftarkan ke sekolah favorit.

"Kalau anaknya di luar zonasi yang ditentukan ,maka alat ukur seleksinya bukan lagi soal kemampuan akademik atau kepintaran anak, tetapi wilayah tempat tinggalnya," ujarnya.

Dia mengakui, kelemahan lain, yakni bahwa  bisa saja stigma sekolah favorit pada waktunya sudah tidak ada lagi karena anak-anak yang masuk dan dididik sekolah tersebut dengan latarbelakang yang kemampuannya sama. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved