Digelar di Lima Kabupaten

Sukseskan Liga Desa Nusantara di NTT Kadis PMD NTT Gelar Rapat Koodinasi

Harusnya kita dapat jatah lebih dari lima kabupaten. Namun karena ini sudah keputusan dari panitia pusat, kita mesti sukseskan.

Sukseskan Liga Desa Nusantara di NTT Kadis PMD NTT Gelar Rapat Koodinasi
Istimewa
Kadis PMD NTT, Sinun Petrus Manuk dan staf pose bersama Panitia Liga Desa Nusantara 2019 tingkat Provinsi NTT di ruang kerjanya, Senin (17/6/2019). 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Liga Desa Nusantara (LDN) kembali digelar di Provinsi NTT. Kalau di tahun 2018 digelar di enam kabupaten, tahun ini NTT mendapat jatah lima kabupaten dari panitia nasional.

Kabupaten di Provinsi NTT yang akan menggelar LDN 2019, yakni Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Belu, Flores Timur dan Manggarai. Saat ini, lima kabupaten tersebut sudah terbentuk panitia dan membuka pendaftaran peserta.

Kepala Dinas PMD Provinsi NTT, Sinun Petrus Manuk didampingi Sekretaris Dinas PMD NTT, Yohakim Kotan dan stafnya, Tatas Medi Pello dan Michel Berelaka di ruang kerjanya, Senin (17/6/2019), menegaskkan, event ini mesti disukseskan. Manuk saat itu menerima Koordinator Provinsi NTT, Sipri Seko didampingi Panitia Pelaksana, Rusdi Bali dan Abdul Muis.

"Ini event penting sehingga mesti kita sukseskan. Kami akan segera koordinasikan untuk kita gelar bersama dengan unsur terkait. Paling lama dalam minggu ini kita sudah harus gelar rapat. Paling tidak bersama asisten I sekda NTT," kata Sinun Manuk.

Manuk mengatakan, pihaknya juga akan mengkoordinasikan kegiatan ini dengan dinas pemberdayaan desa (PMD) di lima kabupaten tempat penyelenggaraan LDN 2019. "Harusnya kita dapat jatah lebih dari lima kabupaten. Namun karena ini sudah keputusan dari panitia pusat, kita mesti sukseskan," tegasnya.

Sipri Seko pada kesempatan itu meminta dukungan Pemerintah Provinsi NTT dan kabupaten lokasi penyelenggaraan. Dia mengatakan, ini adalah tahun kedua LDN digelar di NTT. Menurutnya, sesuai regulasi, pemain adalah warga dari desa peserta.

"Peserta adalah tim desa, bukan kelurahan. Pemainnya juga harus berasal dari desa itu. Tidak bisa ambil pemain yang tinggal di kelurahan. Juknis mengenai hal ini sudah kami sampaikan ke panitia pelaksana di kabupaten," tegasnya.

Dari pengalaman tahun lalu, ujarnya, kendala yang dihadapi adalah terkait pembiayaan juara kabupaten ke seri provinsi. "Desa juara harus mencari dana sendiri untuk membiayai dirinya ke seri provinsi. Dia harus cari dana untuk transportasi asalnya ke lokasi seri provinsi. Untuk itu, kami berharap Dinas PMD Provinsi NTT dapat berkoordinasi dengan PMD kabupaten agar memberikan dukungan penuh kepada panitia di daerah," ujarnya.

Terkait pembiayaan, Sinun Manuk meminta panitia untuk menggandeng sponsor. "Setelah ini, kita harus menggandeng sponsor-sponsor terkait. Kalau harap APBD, memang sudah tidak bisa lagi. Jadi saya minta panitia dan desa peserta harus kreatif mencari dana," ujarnya. **

Penulis: Sipri Seko
Editor: Sipri Seko
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved