Presiden Turki Erdogan Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Mohamed Morsi dan Menyebutnya Martir

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan langsung menyampaikan dukacita setelah mantan Presiden Mesir Mohamed Morsidilaporkan meninggal.

Presiden Turki Erdogan Sampaikan Dukacita atas Meninggalnya Mohamed Morsi dan Menyebutnya Martir
REUTERS/UMIT BEKTAS
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan 

POS-KUPANG.COM, ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan langsung menyampaikan dukacita setelah mantan Presiden Mesir Mohamed Morsidilaporkan meninggal.

"Semoga Tuhan menenangkan jiwa saudara kami, Morsi. Dia adalah martir jiwa di tengah perdamaian ini," ujar Erdogan seperti diberitakan AFP, Senin (17/6/2019).

Sebelumnya, Morsi dilaporkan meninggal setelah sebelumnya dilarikan ke rumah sakit akibat pingsan tatkala hadir dalam persidangan. Dia meninggaL dalam usia 67 tahun.

Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Rojiun - Mantan Presiden Mesir Mohamed Morsi Meninggal di Pengadilan

Sumber dari gedung pengadilan sebagaimana dikutip AFP menerangkan, Morsi sedang berbicara kepada hakim selama 20 menit ketika dia tiba-tiba roboh.

"Saat itu, dia tengah bersemangat sebelum jatuh pingsan. Morsi segera dilarikan ke rumah sakit di mana dia kemudian dinyatakan meninggal dunia," terang sumber itu.

Mantan presiden Mesir Mohammed Morsi, Selasa (21/4/2015), dijatuhi hukuman penjara 20 tahun karena dianggap terbukti membunuh dan menyiksa pengunjuk rasa pada 2012.
Mantan presiden Mesir Mohammed Morsi, Selasa (21/4/2015), dijatuhi hukuman penjara 20 tahun karena dianggap terbukti membunuh dan menyiksa pengunjuk rasa pada 2012. (AHMED RAMADAN/AFP)

Situs berita Al Ahram juga memberitakan Morsi, presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokratis pada 30 Juni 2012. Namun, dia hanya berkuasa selama setahun.

Masa pemerintahannya berakhir pada 3 Juli 2013 menyusul aksi kudeta yang dilakukan Abdel Fattah el-Sisi buntut aksi protes yang terjadi di Mesir.

Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 18 Juni 2019, Cancer Standar Tinggi, Virgo Profesional, Zodiak Lain?

Dia kemudian dituduh telah melakukan kegiatan spionase dengan organisasi yang dipimpinnya, Ikhwanul Muslimin, dinyatakan sebagai organisasi terlarang.

(kompas.com/ardi priyatno utomo)

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved