Lengkapi Berkas Kasus Pembunuhan Yongki, Polres TTS Gelar Rekonstruksi, Ini Fakta yang Terungkap

Lengkapi Berkas kasus pembunuhan Yongki Matan, Polres TTS Gelar Rekonstruksi, Ini Fakta yang Terungkap

Lengkapi Berkas Kasus Pembunuhan Yongki, Polres TTS Gelar Rekonstruksi, Ini Fakta yang Terungkap
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Tampak suasana rekonstruksi kasus pembunuhan Yongki Matan di Desa Bes'ana, Kecamatan Mollo Barat 

Lengkapi Berkas kasus pembunuhan Yongki Matan, Polres TTS Gelar Rekonstruksi, Ini Fakta yang Terungkap

POS-KUPANG.COM | SOE - Guna melengkapi pemberkasan kasus pembunuhan Yongki Matan, warga Kapan, penyidik Polres TTS telah melakukan rekonstruksi. Proses rekonstruksi berlangsung di kediaman Zet Matias Pay di desa Bes'ana Kecamatan Mollo Barat dengan memperagakan 20 adegan.

Dalam 20 adegan yang diperagakan di depan KBO Sat Reskrim Polres TTS Ipda Arviandre Maliki, JPU Kejaksaan Negeri Soe Alfedo Damanik dan Primawibawa Rantjalobo dan Kapolsek Siso Ipda Benyamin Na'atonis, kedelapan tersangka masing-masing, AM, DK, YO,JS, OP, TT, TM dan YA menunjukkan bagaimana mereka membunuh korban.

Istri dan Anak Syok Dengar Korban Yulius Meninggal Seusai Lompat dari Atas KMP Inerie II

Para tersangka memukuli korban baik dengan tangan kosong, kayu dan juga batu hingga korban tewas di pinggir kali Bes'ana. Usai melihat korban sudah tak bergerak, satu persatu tersangka langsung meninggalkan korban.

Kasat Reskrim Polres TTS Iptu Jamari, SH.,MH kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (18/6/2019) mengatakan, guna melengkapi berkas kasus pembunuhan tersebut penyidik melakukan rekonstruksi untuk memastikan kebenaran keterangan tersangka dan adegan pembunuhan sesungguhnya pada pekan kemarin.

Pasca Dicaci Maki, Ketua Pojka VII UKPBJ Sikka Minta Dimutasi

Dari hasil rekonstruksi, diketahui korban dipukuli berkali-kali, baik menggunakan tangan Kosong, batu maupun kayu.

"Korban ini dipukuli berkali-kali padi bagian kepala dan badannya. Kepala korban mengalami luka parah akibat terkena benda tumpul," ungkap Jamari.

Usai melakukan rekonstruksi, penyidik akan segera merampungkan berkas kasus tersebut guna dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum.

"Berkasnya sudah hampir rampung, dalam pekan ini sudah bisa kita limpahkan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Matan Yongki (21) warga Kapan harus merenggang nyawa usai dikeroyok oleh delapan orang warga Bes'ana karena dipicu main gila yang ditanggapi serius para pelaku pada Sabtu (11/5/2019) malam.

Kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia ini bermula ketika korban mendatangi tempat pesta di rumah Zet Mateus Pay di Desa Bes'ana.

Korban lalu duduk dengan kedelapan tersangka yaitu, YA, JS, YO, TT, DK, AM, OP dan TM.
Sambil menikmati pesta, korban dan para tersangka duduk minum sopi bersama. Saat sementara minum, korban beberapa kali bermain gila. Namun hal ini ternyata menyinggung perasaan para tersangka yang sudah dalam keadaan mabuk.

Karena tidak terima dengan cara korban bermain gila, akhirnya para tersangka melakukan penganiayaan hingga menyebabkan nyawa korban melayang. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved