Komisi II DPRD NTT Mempertanyakan Dana Rp 32 M pada Dinas LKH

Rapat paripurna ini dipimpuan Wakil Ketua DPRD NTT, Yunus Takandewa didampingi Wakil Ketua, Gabriel Beri Binna.

Komisi II DPRD NTT Mempertanyakan Dana Rp 32 M pada Dinas LKH
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Suasana sidang paripurna DPRD NTT di ruang Kelimutu, Selasa (18/6/2019). 

Komisi II DPRD NTT Mempertanyakan Dana Rp 32 M pada Dinas LKH

POS-KUPANG.COM|KUPANG -- Komisi II DPRD NTT mempertanyakan adanya rasionalisasi anggaran sebesar Rp 32 miliar (M) lebih pada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi NTT.

Pertanyaaan Komisi II DPRD NTT ini disampaikan pelapor atau Juru Bicara Komisi II DPRD NTT, Inosensius Fredy Mui,S.T dalam sidang paripurna DPRD NTT yang berlangsung di Ruang Kelimutu, Selasa (18/6/2019).

Rapat  paripurna ini dipimpuan Wakil Ketua DPRD NTT, Yunus Takandewa didampingi Wakil Ketua, Gabriel Beri Binna.

Hadir Sekda NTT, Ben Polo Maing dan sejumlah pimpinan OPD Lingkup Pemprov NTT.

Dalam laporan hasil pembahasan itu, Komisi II mempertanyakan adanya rasionalisasi anggaran sebesar Rp 32 M lebih pada tahun 2019 pada Dinas LHK NTT.

BBPP Kupang Fasilitasi Tes Calon Fasilitator Desa Program Readsi NTT

Copa America 2019 - Jepang Telan Kekalahan 0-4 dari Chile, Alexis Sanchez Jadi Bintang

33 Paket Proyek di TTU Sudah Masuk dalam Tahap Pelelangan

Menurut Fredy, akibat rasionalisasi itu, menyebabkan tidak tersedianya anggaran pada Bidang Kehutanan.

Komisi II DPRD NTT juga mendesak Dinas LHK NTT agar segera mengembalikan hak pengelolaan Hutan Nostalgia di Kabupaten Alor kepada Pemkab Alor.

Fredy Mui juga mengatakan, Komisi II mendesak Dinas LHK agar dapat membantu upaya pengelolaan limbah B3, terutama limbah medis RSUD Prof. W.Z. Johannes Kupang, serta mendorong rumah sakit lainnya di NTT untuk memiliki incenerator.

"Komisi II mendesak pemerintah agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program Cendana keluarga dan Cendana pelajar sehingga dapat diketahui apakah layak dilanjutkan atau tidak ada anggaran yang akan datang," katanya.

Ketua Komisi II DPRD NTT, Yucundianus Lepa mengatakan, ada anggaran sebesar Rp 32 M lebih yang hilang dan diketahui saat rapat di komisi dengan minta.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved