Diterpa Dugaan Korupsi Dana Desa, Kadis BPMD TTS Sidak Ke Desa Tubuhue

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten TTS, George Mella, Selasa (18/6/2019) melakukan sidak ke Desa Tubuhue guna melakukan klarif

Diterpa Dugaan Korupsi Dana Desa, Kadis BPMD TTS Sidak Ke Desa Tubuhue
Pos Kupang.com/dion kota
Kadis BPMD Kabupaten TTS, George Mella sedang memantau bak air di desa Tubuhue yang dikerjakan dengan dana desa tahun 2017 namun belum rampung 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten TTS, George Mella, Selasa (18/6/2019) melakukan sidak ke Desa Tubuhue guna melakukan klarifikasi terkait dugaan korupsi dana desa di desa tersebut. Usai melakukan pertemuan dengan perangkat desa, Kadis BPMD menyempatkan diri untuk melihat bak penampungan air yang dikerjakan tahun 2017, namun tak kunjung tuntas hingga 2019.

Pantauan pos kupang, usai tiba di kantor desa, Kadis BPMD disambut oleh pada perangkat desa.

Dewan Desak Bupati Sikka Tindak ASN Caci Maki Pojka  UPBJ Sikka

Usai menyalami Kadis BPMD, para perangkat desa langsung bergegas menyiapkan kursi di salah satu ruangan di kantor desa guna melakukan pertemuan.

Saat masuk ke ruang pertemuan, Kadis BPMD sempat marah karena menemukan ruangan dalam keadaan kotor dan tidak rapi. Hal ini sempat membuat para perangkat desa terdiam sejenak.

Dalam pertemuan tersebut, Kadis BPMD meminta perangkat desa, Bendahara, Petrus Nubatonis dan

Lompat dari KMP INERIE II, Keluarga Terima Kematian Yulius Hanawi Rambang

Ketua TPK Alexander Tse menjelaskan terkait persoalan dana desa yang menjadi sorotan Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi).

Petrus menceritakan, jika menjadi awal sorotan Araksi adalah pembangunan bak air tahun 2017 yang belum tuntas hingga saat ini. Kepada Kadis BPMD, Petrus beralasan belum rampungnya bak tersebut karena tukang yang mengerjakan bak tersebut mau melanjutkan pekerjaannya bak tersebut tanpa alasan yang jelas.

Hal ini diamini ketua TPK, Alexander Tse. Menurut Tse hanya satu bak yang dibangun pada tahun 2017 dan memang belum selesai karena tukang engan melanjutkan. Ia membantah tudingan Araksi yang menyebut ada dua bak yang belum rampung dikerjakan.

" Ada satu bak air yang dipersoalkan Araksi karena belum rampung hingga hari ini. Kita sudah kasih turun bahan semua, tetapi tukang tidak mau kerja tanpa alasan yang jelas," ungkap Petrus.

Halaman
12
Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved