BREAKING NEWS: Situasi Memanas di Karang Indah SBD, Warga Tolak Keputusan Gubernur NTT

Breaking news: Situasi Memanas di Desa Karang Indah Sumba Barat Daya, Warga Tolak Keputusan Gubernur NTT

BREAKING NEWS: Situasi Memanas di Karang Indah SBD, Warga Tolak Keputusan Gubernur NTT
POS-KUPANG.COM/Petrus Piter
Warga bersiaga di Desa Karang Indah, SBD menolak bergabung ke Kabupaten Sumba Barat. 

Breaking news: Situasi Memanas di Desa Karang Indah Sumba Barat Daya, Warga Tolak Keputusan Gubernur NTT

POS-KUPANG.COM | TAMBOLAKA - Suasana Desa Karang Indah, Kecamatan Kodi Balagar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (18/6/2019) pagi hingga pukul 11.30 wita cukup panas dan menegangkan.

Hal itu karena sepanjang jalan raya, dipinggir kiri kanan jalan raya, mulai jembatan kali Pola Pare ke arah permukiman warga sejauh kurang lebih 3 km nampak warga duduk berkelompok bersenjatakan parang dan tombak bersiaga menghadapi musuh.

Lengkapi Berkas Kasus Pembunuhan Yongki, Polres TTS Gelar Rekonstruksi, Ini Fakta yang Terungkap

Sedangkan kaum perempuan memasak nasi dan air panas untuk menyiapkan makan dan minum bagi kaum laki-laki yang sedang bersiaga.

Setiap wajah baru yang melintasi di jalan raya ditahan dan dimintai maksud kedatangannya. Meski demikian, suasana cukup terkendali berkat pendekatan baik tokoh masyarakat, anggota Koramil 03 Kodi dan anggota Polsek Kodi Bangedo.

Istri dan Anak Syok Dengar Korban Yulius Meninggal Seusai Lompat dari Atas KMP Inerie II

Koordinator aksi penolakan warga Desa Karang Indah, SBD untuk bergabung ke Kabupaten Sumba Barat, Dominggus Dengi Wungo, Herman H. Mone dan Stefanus Tanggu Holo di Desa Karang Indah, Kecamatan Kodi Balagar, Kabupaten Sumba Barat Daya, Selasa (18/6/2019) pagi mengatakan, seluruh masyarakat Desa Karang Indah tetap pada pendiriannya menolak bergabung ke Kabupaten Sumba Barat sebagaimana telah diputuskan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H tanggal 27 Pebruari 2019 dan dilanjutkan dengan penandatanganan peta tapal batas Sumba Barat dengan SBD di Labuan Bajo, Kabupaten Mangarai Barat oleh Bupati Sumba Barat, Drs. Agustinus Niga Dapawole dan Bupati SBD, Markus Dairo Tallu, S.H dan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H tanggal 10 Juni 2019.

Menurut warga, secara etnis, suku dan ras, warga Desa Karang Indah adalah warga Kodi, SBD dan bukan warga Gaura, Sumba Barat. Jumlah warga Desa Karang Indah sebanyak 268 kk dengan jumlah penduduk 1118 jiwa adalah seluruhnya etnis Kodi.

Dari sisi pelayanan pemerintahan selama ini atau pelayanan publik lainnya warga Desa Karang Indah selalu berurusan dengan pemerintahan SBD dan tidak pernah dengan Pemerintah Sumba Barat. Bahkan semenjak masih di Kabupaten Sumba Barat, Desa Karang Indah berada dalam wilayah pelayanan pemerintahan Kecamatan Kodi Bangedo dan kini berada dalam wilayah pemerintahan Kecamatan Kodi Balagar seiring terbentuknya Kabupaten Sumba Barat Daya tahun 2007.

Karena itu warga dengan tegas menolak bila Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, S.H tetap pada keputusannya. Bahkan warga bertekad berjuang hingga darah penghabisan demi mempertahankan tanah leluhurnya.

Sementara itu Komandan Koramil 03 Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kapten Inf.Tohir Yuswan Putra mengatakan telah melakukan pendekatan dengan tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan masyarakat umumnya sehingga suasana tetap kondusif.

Soal adanya warga memegang senjata tajam seperti parang dan tombak, ia mengatakan, bersama kepolisian telah melakukan pendekatan agar warga menyimpannya di rumah saja.

Dalam kesempatan itu, ia menghimbau seluruh masyarakat Desa Karang Indah agar tetap menjaga suasana aman dan damai serta jangan mudah terpancing atas isu menyesatkan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)

Penulis: Petrus Piter
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved