Panitia Festival Seafood Adakan Lomba Pembuatan Tempat Sampah

Panitia Festival Seafood Nangadhero Adakan Lomba Pembuatan Tempat Sampah

Panitia Festival Seafood Adakan Lomba Pembuatan Tempat Sampah
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana saat warga Desa Nangadhero ikut lomba membuat tempat sampah di Desa Nangadhero Kabupaten Nagekeo, Senin (17/6/2019). 

Panitia Festival Seafood Nangadhero Adakan Lomba Pembuatan Tempat Sampah

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Panitia Festival Seafood Nangadhero di Kabupaten Nagekeo mengadakan lomba membuat tempat sampah.

Lomba pembuatan tempat sampah merupakan rangkaian memeriahkan Festival Seafood Nangadhero tahun 2019.

Ini Alasan Wiranto Tolak Permohonan Kivlan Zen

Festival tersebut dilaksanakan oleh Komunitas Pemuda Bahari Nangadhero dan berlangsung sejak, Jumat (14/6/2019) hingga Jumat (20/6/2019).

Ketua Panitia Festival Seafood Nangadhero, Paternus Agung Rewa Bay, menjelaskan, lomba pembuatan tempat sampah melibatkan empat dusun yang ada di Desa Nangadhero.

Bahan yang digunakan membuat tempat sampah harus bahan lokal dan juri dalam lomba pembuatan sampah yaitu dari Dinas Lingkungan Hidup Nagekeo.

SMPN 2 Waingapu Rebut Tiga Medali Dalam O2SN

"Pesertanya Dusun I, Dusun II, Dusun III dan Dusun IV. Tempat sampahnya akan digunakan oleh panitia selama festival. Setelah kegiatan festival akan dikembalikan kepada dusun masing-masing," ujar Paternus, kepada POS-KUPANG.COM di Nangadhero, Senin (17/6/2019).

Ia mengatakan peserta sangat antusias dan mereka akan diberi apresiasi berupa hadiah uang tunai dari panitia.

Ia menyebutkan kegiatan lomba ini sebetulnya mau mengajak masyarakat untuk membuat tempat sampah. Sampah tidak boleh dibuang sembarangan. Sampah harus dibuang pada tempat yang sudah disediakan.

Ia menyebutkan juara I untuk lomba pembuatan tempat sampah yaitu, 1.000.000 rupiah, juara II 750.000 rupiah, juara III 500.000 rupiah dan juara IV 250.000 rupiah.

Pantauan POS-KUPANG.COM di Desa Nangadhero, para peserta lomba tampak sibuk membuat tempat sampah.

Bahan yang digunakan adalah bahan lokal seperti bambu.

Meskipun panas menyengat kulit, mereka tampak antusias mengikuti lomba. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved