Kajari TTU Akan Panggil Konsultan Perencana Pembangunan Taman Doa

Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari) Kabupaten TTU Akan Panggil Konsultan Perencanaan Pembangunan Taman Doa

Kajari TTU Akan Panggil Konsultan Perencana Pembangunan Taman Doa
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Kajari TTU, Bambang Sunardi, S.H.,M.H 

Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari) Kabupaten TTU Akan Panggil Konsultan Perencanaan Pembangunan Taman Doa

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU - Kepala Kejaksaan Negeri ( Kajari) Timor Tengah Utara (TTU), Bambang Sunardi, S.H.,M.H berjanji akan memanggil konsultan perencanaan dari PT Sabana yang melakukan perencanaan proses pembangunan taman doa.

Pemanggilan terhadap pihak konsultan perencana tersebut dilakukan guna meminta klarifikasi terkait dengan sejauh mana proses perencanaan yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.

DJP Nusra dan Kemenkumham Tanda Tangan MoU, Simak Lima Poin Penting

Sebab, proses perencanaan pembangunan taman doa yang dilakukan oleh pihak konsultan perencanaan dari PT. Sabana telah menghabiskan anggaran sebesar Rp. 320 juta lebih.

"Nanti coba saya lakukan pendekatan dengan perencananya, seperti apa proses perencanaanya, sejauh mana kamu melakukan perencanaan, sehingga kemudian kamu mengeluarkan uang sudah berapa banyak," kata Bambang kepada Pos Kupang di ruang kerjannya, Senin (17/6/2019).

KPK Sambangi Pemkab Flores Timur, untuk Apa Ya?

Menurutnya, jika anggaran perencanaan tersebut sudah terpakai semua, maka proses perencanaan pembangunan taman doa yang dilakukan oleh konsultan perencana harus masuk akal.

"Masuk akal itu begini, seperti apa pekerjaan kamu saat melakukan perencanaan, apa layak tidak uang Rp. 320 juta itu harus habis segitu. Makanya nanti akan saya panggil, rencananya untuk klarifikasi," tegasnya.

Bambang mengatakan, klarifikasi perlu dilakukan untuk mengetahui seberapa besar anggaran yang telah dikeluarkan untuk melakukan perencanaan. Jika anggaran yang digunakan masih sisah, maka harus dikembalikan.

"Kalau seandainya ada yang belum dilakukan dan anggarannya sisah, maka harus dikembalikan kepada pemerintah daerah," ungkapnya.

Bambang mengatakan, jika perencanaan yang sudah dilakukan maka tidak usah dikembalikan. Hal itu karena perusahaan tersebut telah melakukan pekerjaannya.

"Kan dulu saat melakukan pelelangan juga pemerintah daerah. Istilahnya ada koordinasi. Bukan dia sendiri yang lantang-lantang sendiri. Sehingga nanti kita panggil supaya kita tahu anggaran yang sudah dikeluarkan berapa dan yang sisanya dikembalikan kepada pemerintah daerah," ungkapnya.

Bambang mengungkapkan, pihaknya melalui bagian intel Kekaksaan Negeri TTU berencana memanggil konsultan perencana melakukan untuk klarifikasi terkait penggunaan dengan anggaran perencanaan pembangunan taman doa tersebut pada pekan depan.

"Rencana saya, kalau bisa nanti minggu depan lah. Setelah minggu depan ini, saya koordinasi dengan kasi Intel biar kasi Intel yang hadapi nanti, supaya kita minta klarifikasi dari dia," tegasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved