BREAKING NEWS: Kasus Korupsi NTT Fair, Pengacara Tersangka Minta Jaksa Tak Tebang Pilih

Breaking news: Kasus Korupsi Proyek NTT Fair, Pengacara Tersangka Minta Jaksa Tak Tebang Pilih

BREAKING NEWS: Kasus Korupsi NTT Fair, Pengacara Tersangka Minta Jaksa Tak Tebang Pilih
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Martinus Lau, SH bersama kuasa hukum para tersangka saat berada di Kantor Kejati NTT pada Senin (17/6/2019) sore. 

Breaking news: Kasus Korupsi Proyek NTT Fair, Pengacara Tersangka Minta Jaksa Tak Tebang Pilih

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Kuasa hukum tersangka kasus korupsi NTT Fair meminta pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT untuk tidak tebang pilih dalam membongkar kasus tersebut. Pasalnya, dalam kasus yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 6 miliar itu, Kejati NTT baru menetapkan enam tersangka.

Hal ini diungkapkan kuasa hukum tersangka DT, Martin Lau, S.H seusai mendampingi tersangka saat pemeriksaan di Kantor Kejati NTT pada Senin (17/6/2019) sore.

Pakar Komunikasi Unwira Kupang: Media Online Merupakan Konsekuensi Perkembangan IPTEK

"Kita ketahui bersama, lebih dari 30 orang yang dipanggil jaksa penyidik sebagai saksi. Jadi kita minta ke kejaksaan supaya tidak tebang pilih dalam perkara ini," ujarnya.

Ia mengatakan, semua pihak yang terlibat dalam mega proyek tersebut harus bertanggung jawab secara hukum.

"Kita minta supaya semua yang terlibat harus bertanggung jawab, pokoknya semua harus bertanggung jawab dalam perkara ini," ujarnya.

Muhammad Yuntri: Kivlan Zen Terima Uang dari Habil Marati, Tapi Hanya untuk Demo

Kliennya, DT yang berperan sebagai PPK dalam proyek ini pun telah diperiksa sebagai tersangka sejak Senin siang hingga sore.

Ia mengatakan, kliennya dicecar 30 pertanyaan oleh penyidik. Pertanyaan tersebut dijawab dengan baik.

"Tadi ada sekitar 30 pertanyaan, termasuk pertanyaan pertanyaan yang masuk ranah teknis. Semua dijawab dengan baik," paparnya.

Terkait penahanan DT yang terpisah di ruang tahanan Polres Kota, ia mengatakan bahwa pihaknya tidak mempermasalahkan penahanan tersebut dalam rangka untuk memperlancar proses pemeriksaan. Namun, ia juga telah memohon penangguhan kliennya kepada penyidik.

Halaman
123
Penulis: Ryan Nong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved