BPK Perwakilan NTT Serahkan LHP Tiga Kabupaten, Kurang Satu Akun Alor Dapat WTP

Lembaga BPK Perwakilan NTT Serahkan LHP Tiga Kabupaten, Kurang Satu Akun Kabupaten Alor Dapat WTP

BPK Perwakilan NTT Serahkan LHP Tiga Kabupaten, Kurang Satu Akun Alor Dapat WTP
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
Kepala BPK Perwakilan NTT menyerahkan LHP BPK kepada Bupati Alor,Amon Djobo di Ruang Auditorium Lantai III , Gedung BPK Perwakilan NTT, Senin (17/6/2018). 

Lembaga BPK Perwakilan NTT Serahkan LHP Tiga Kabupaten, Kurang Satu Akun Kabupaten Alor Dapat WTP

POS-KUPANG.COM | KUPANG - BPK Perwakilan NTT memberi opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2018 pada tiga kabupaten, yakni Kabupaten Ende, TTU dan Kabupaten Alor.

Kabupaten Alor nyaris mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) karena kurang satu akun.

Belum Diwisuda Mahasiswa Politeknik Perikanan dan Kelautan Kupang Sudah Ditawar Kerja

Penyerahan ini berlangsung di Ruang Auditorium Lantai III Gedung BPK Perwakilan NTT, Senin (17/6/2018).

Penyerahan LHP kepada tiga kabupaten ini diserahkan langsung oleh Kepala BPK Perwakilan NTT, Adi Sudibyo kepada masing-masing Kepala Daerah dan Ketua DPRD.

Rayakan Ulang Tahun Ketiga, Rumah Musik Siloam Gelar Konser Musik

Untuk Kabupaten Alor diterima oleh Bupati Alor, Amon Djobo dan Ketua DPRD Alor, Marthinus Alopada. Hadir pula Sekda Alor, Hopni Bukang dan sejumlah staf. Begitu juga untuk Kabupaten TTU ,LHP diterima Bupati TTU, Raymundus Fernandes dan Ketua DPRD TTU, Frengky Saunoah.

Sedangkan untuk Kabupaten Ende, diterima Sekda Ende, Agustinus Ngasu dan Ketua DPRD Ende, Heri Wadhi.

Khusus Kabupaten Alor, hanya kurang satu akun pemeriksaan, yaitu soal aset tetap, yakni ada aset tetap di bawah tanah ruas jalan , irigasi dan jembatan yang belum disajikan.

Jika aset itu bisa dibenahi dan terdata, maka Kabupaten Alor bisa meraih predikat WTP.
Ketua DPRD Kabupaten Alor, Marthinus Alopada mengatakan, sebelumnya ada beberapa akun yang menjadi pengecualian, yakni aset, dana BOD dan sisa kas. Namun, saat ini hanya tinggal satu akun, yakni aset tetap di bawah tanah.

"Kami awalnya optimis bisa raih opini WTP, tapi hasilnya tadi WDP. Namun,kami tetap syukuri dan juga optimis di tahun mendatang bisa raih predikat WTP," kata Marthinus.

Halaman
123
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved