Sejak Januari 2019, Pencabulan di Kupang Capai 34 Kasus

Kasus pencabulan dan persetubuhan anak di Kota Kupang semakin mengkhawatirkan, Sejak Januari 2019, jumlah Kasus kencabulan mencapai 34 kasus

Sejak Januari 2019, Pencabulan di Kupang Capai 34 Kasus
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Kasat Reskrim Polres Kupang Kota Iptu Bobby Jacob Mooynafi SH   

Kasus pencabulan dan persetubuhan anak di Kota Kupang semakin mengkhawatirkan, Sejak Januari 2019, jumlah Kasus kencabulan mencapai 34 kasus

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kasus pencabulan dan persetubuhan anak di wilayah Kota Kupang semakin mengkhawatirkan, Sabtu (15/6/2019).

Kapolres Kupang Kota AKBP Satrya Perdana Paruntung Tarung Binti, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Kupang Kota, Iptu Bobby Jacob Mooynafi, SH., MH mengatakan, sejak Januari-Mei 2019, pihaknya telah menerima sebanyak 34 kasus pencabulan.

BERITA POPULER: Kapal Tenggelam di Laut Alor hingga Richard Kyle Usap Perut Jessica Iskandar

"Ini sangat memprihatinkan, padahal belum satu semester atau genap 6 bulan dalam tahun 2019 ini. Untuk tahun kemarin kami tangani sebanyak 81 kasus," katanya ketika ditemui di ruang kerjanya.

Data kasus pencabulan dan persetubuhan anak dibawah umur itu merupakan data yang dihimpun dari Polres Kupang Kota dan seluruh Polsek yang berada di Kota Kupang.

Iptu Bobby memperkirakan, jika Polda NTT pun mendapatkan laporan polisi terkait kasus tersebut, maka di Kota Kupang rata-rata dalam empat hari terjadi kasus pencabulan dan persetubuhan anak.

Dua Anak NTT Ini Jadi Pemeran Utama Film Rumah Merah Putih, Siapa Mereka?

"Andaikan Polda NTT ada juga kasus itu, berarti rata-rata dalam empat hari ada kasus pencabulan," ujarnya.

Hal memprihatinkan lainnya, kata Iptu Bobby, mayoritas pelaku dalan kasus tersebut adalah anak dibawah umur.

"Kasus pencabulan ini kejadianya adalah korban anak-anak dan pelakunya juga adalah anak. Jadi sebenarnya pencabulan anak dan pelaku juga seorang anak-anak berarti ini menandakan bahwa ada sesuatu yang salah," tuturnya.

Berdasarkan kasus yang ada, rata-rata faktor penyebab terjadinya pencabulan dan persetubuhan terhadap anak karena penggunaan media sosial (Medsos)

Halaman
1234
Penulis: Gecio Viana
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved