Lagi-lagi Wabup Kupang Dibuat Berang Gara-gara Setoran Dana BPJS

Lagi-lagi Wabup Kupang Jerry Manafe Dibuat Berang Gara-gara Setoran Dana BPJS

Lagi-lagi Wabup Kupang Dibuat Berang Gara-gara Setoran Dana BPJS
POS-KUPANG.COM/Dokumentasi Humas Setda Kupang
Wabup Jerry Manafe ketika memimpin rapat bersama di Oelamasi, Jumat (14/6/2019) 

Lagi-lagi Wabup Kupang Jerry Manafe Dibuat Berang Gara-gara Setoran Dana BPJS

POS-KUPANG.COM | OELAMASI - Aksi "bersih-bersih" yang dilakukan Wakil Bupati (Wabup) Kupang, Jerry Manafe terus berlanjut. Setelah beberapa waktu lalu melakukan sidak ke RSUD Naibonat, Pasar Lili-Camplong, PDAM Kabupaten Kupang, kini soal BPJS.

Wabup berang karena terjadi perbedaan soal total jumlah dana yang disetor oleh BPJS Kesehatan tahun 2018 dan jumlah dana yang di terima dalam rekening RSUD Naibonat.

Anwar Hajral Ingatkan Gaji PTT di Dinkes NTT

"Siapa yang putarbalek (bohong-Red), kalau bukan BPJS putarbalek atau RSUD Naibonat yang putarbalek," kata Wabup Jerry Manafe dengan nada tinggi saat memimpin rapat terkait penatalayanan rujukan di Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, Jumat (14/6/2019)

Dalam pertemuan bersama yang digagas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kupang, dr. Robert Amaheka, menghadirkan para pihak antara lain BPJS Kesehatan, RSUD Johanes Kupang, Rumah Sakit Syloam Kupang, RSUD Naibonat. Pertemuan untuk membahas soal penatalayanan rujukan pasien.

TNI AL Bersama Pemuda Bahari Nangadhero Kunjungi Pulau Pasir Putih Rii Taa Nagekeo

Jerry Manafe setelah membuka rapat usai arahan dan memberi kesempatan kepada pihak yang hadir dan BPJS Kesehatan mendapat giliran pertama untuk berbicara. Selvi Kadju, Perwakilan dari BPJS Kabupaten Kupang dalam penjelasannya membeberkan sejumlah dana yang telah di bayarkan oleh BPJS ke RSUD Naibonat pada tahun 2018.

Menurut Selvi Kadju, total dana yang di bayarkan tahun 2018 oleh BPJS sesuai klaim secara total tercatat mencapai Rp 19 miliar lebih, yang di setor ke rekening milik RSUD Naibonat. Perinciannya, dana kapitasi Rp 9 miliar lebih, dana pasien rawat jalan Rp 4 miliar lebih dan dana pasien rawat inap Rp 14 miliar lebih.

"Pada tahun anggaran 2018 kami dari pihak BPJS Kabupaten Kupang sudah membayarkan uang klaim kepada pihak rumah sakit baik itu berupa BPJS dan dan JK3 dan Kapitasi sebesar Rp 19 miliar lebih," ungkap Selvi Kadju.

Mendengar penjelasan Selvi Kadju, Wabup Kupang langsung memotong penjelasan dan justru bertanya ke RSUD Naibonat yang di wakili Kepala Tata Usaha Maher Ora, apakah dana Rp 19 miliar sudah di terima RSUD Naibonat atau belum.

Menurut Maher Ora, penjelasan BPJS tidak sesuai dana yang di terima RSUD Naibonat tahun 2018. Dana yang di terima RSUD Naibonat hanya Rp 6 miliar lebih sehingga tidak mencapai target pendapatan RSUD Naibonat sebesar Rp 9 miliar per tahun yang di bebankan oleh Pemkab Kupang.

Mendengar penjelasan RSUD Naibonat, sontak membuat Wabup Kupang berang.

"Yang putar balek siapa, kalau bukan BPJS maka pasti dari RSUD yang putar balek. Yang dilaporkan oleh pihak Rumah Sakit koq beda ya dengan data yang disampaikan oleh Pihak BPJS, awas ya, jaksa sementara periksa PDAM," kata Wabup mengingatkan.

Akibat perbedaan laporan keuangan, maka Wabup Kupang meminta kepada pihak BPJS dan RSUD Naibonat untuk mengantarkan semua data terkait laporan keuangan ke ruangannya pada Senin 17 Juni 2019 mendatang. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Edi Hayong)

Penulis: Edy Hayong
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved