GMNI Ende Kritisi Kebijakan Pemerintah Tidak Pro Rakyat

GMNI Cabang Ende mendukung setiap langkah dan kebijakan yang di ambil oleh pemerintah yang pro terhada rakyat dengan tidak menghilangkan identitasnya

GMNI Ende Kritisi Kebijakan Pemerintah Tidak Pro Rakyat
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
Pelaksanaan PAB GMNI Cabang Ende, Minggu (16/6/2019). 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE--- GMNI Cabang Ende mendukung setiap langkah dan kebijakan yang di ambil oleh pemerintah yang pro terhada rakyat dengan tidak menghilangkan identitasnya sebagai organisasi untuk mengontrol dan mengkritis segala kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat.

Ketua GMNI Cabang Ende, Mateus Hubertus Bheri mengatakan hal itu pada pelaksanaan kegiatan penerimaan anggota baru angkatan XXVI GMNI Cabang Ende, Minggu (16/6/2019) di Aula LKK Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ende.

Dikatakan Negara indonesia yang beraneka ragam yang terkenal kaya raya dalam berbagai hal, namun mirinya kemiskinan masih mewarnai setiap lorong-lorong kehidupan rakyatnya. Reformasi yang menjadi harapan bagi rakyat akan suatu perubahan tentang kemiskinan, pada kenyataanya masih jauh dari harapan.

BREAKING NEWS- Baru Tamat SMP, Remaja 16 Tahun Ini Tenggelam Di Embung Desa Siru

Kata “MERDEKA” mungkin butuh perjuangan panjang untuk mencapai Merdeka seutuhnya. Sebut saja untuk Ende hari ini, sengketa tanah Suku Paumere di Kecamatan Nangapanda yang berujung pada ke-5 korban yang kemudian dipenjarakan demi mempertahankan tanah ulayatnya.

Pembagian kartu KIS yang tidak seimbang sehingga sebagian masyrakat yang tidak mampu harus mengutang demi membiayai sendiri selama perawatan di rumah sakit dengan beban biaya yang sangat mahal.

Mantan Kabareskrim Polri Susno Duadji Pilih Tinggal di Desa dan Jadi Petani, Ini Hasil Penanannya

Berkaca pada persoalan tersebut GMNI secara organisatoris dengan spirit progresif, revolusioner mengajak seluruh stack holders yang ada, baik pemerintah, swasta, maupun organisasi kepemudaan lainya dalam semangata gotong royong, merasa senasib sepenanggungan, sama rasa sama rata dalam menyelesaikan seluruh persoalan kerakyatan.

Di sisi lain, sebagai organisasi kade, GMNI mendidik mahasiswa yang akan menjadi kader-kader yang siap diposisikan di mana saja sesuai dengan tuntutan jaman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sesuai dengan panji “Marhaenisme” dalam suatu kegiatan yaitu pekan penerimaan anggota baru (PPAB) angkatan 26 GMNI.

Kesadaran ini tumbuh dan lahir karena ada rasa tanggungjawab sebagai orang muda generasi penerus bangsa. Oleh karena itu GMNI mendukung setiap langkah-langkah dan kebijakan yang di ambil oleh pemerintah yang pro terhada rakyat dengan tidak menghilangkan identitasnya sebagai organisasi untuk mengontrol dan mengkritis segala kebijakan yang tidak pro terhadap rakyat.

Tim Macan kemayoran Persija Jakarta Kalah dari Tim Junior, Ini Kata Pelatih Baru Julio Banuelos

Dikatakan peristiwa demi peristiwa terus mewarnai setiap sendi-sendi kehidupan berbangsa dan negara. Tragedi kerusuhan 21-22 Mei 2019 adalah gambaran bahwa bangsa ini sedang di perhadapkan suatu ujian besar dalam hal persatuan dan kesatuan bangsa. Akibat haus akan kuasa dan jabatan harus saling membunuh di antara sesama saudara dengan menampilkan model politik “jaman now” yang mengedepkan soal isu SARA dan ujaran kebencian juga hoaks.

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved