Esok, Araksi Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa Tubuhue Ke Kejari TTS

Besok, Senin (17/6/2019) Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) akan melaporkan kasus dugaan korupsi desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat kepada Keja

Esok, Araksi Laporkan Dugaan Korupsi Dana Desa Tubuhue Ke Kejari TTS
POS KUPANG
Ketua Araksi, Alfred Baun 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Besok, Senin (17/6/2019) Aliansi Rakyat Anti Korupsi (Araksi) akan melaporkan kasus dugaan korupsi desa Tubuhue, Kecamatan Amanuban Barat kepada Kejaksaan Negeri TTS.

Dugaan korupsi ini meliputi SPJ fiktif 2016 hingga 2018), pekerjaan program desa yang tidak tuntas (rumah bantuan dan bak air), bibit ikan, gedung Paud serta pekerjaan jalan desa yang diduga beraroma korupsi.

Ketua Araksi, Alfred Baun kepada pos kupang.com, Minggu (16/6/2019) mengatakan, dugaan korupsi dana desa Tubuhue ini dilaporkan masyarakat kepada Araksi.

Argentina vs Kolombia: Lionel Messi cs Ditaklukan Los Cafeteros

Usai menerima laporan tersebut, Araksi lalu mengumpulkan bahan dan melihat langsung kondisi di lapangan. Araksi sempat meminta klarifikasi dari pihak desa belum lama ini namun gagal karena kepala desa memilih keluar dari ruang pertemuan.

Vera Oktaria, Pegawai Indomaret yang Dimutilasi Ternyata Sedang Hamil 2 Bulan, Ini Fakta Mengerikan

Oleh sebab itu, besok Araksi akan melaporkan masalah ini kepada Kejaksaan Negeri TTS guna ditindaklanjuti sesuai aturan hukum yang berlakukan.

" Kita temukan ada pekerja rumah bantuan, bak air, gedung paud, jalan dan bantuan bibit ikan yang diduga kuat terdapat unsur korupsinya. Selain itu, ada dugaan selama tiga tahun sejak 2016 hingga 2018 pemerintah desa membuat SPJ fiktif dimana pekerjaan yang belum selesai justru dilaporkan selesai 100 persen," beber Alfred.

Kepala Desa Tubuhue, Melkias Nenotek bersyukur jika memang Araksi mau melaporkan masalah dana desa Tubuhue ke pihak Kejaksaan Negeri TTS. Hal ini menurut Melkias akan membuka secara terang ada apa dibalik pelaporan masalah tersebut.

Melkias mengaku, tidak takut dengan niat Araksi membawa persoalan Desa Tubuhue ke Kejaksaan Negeri TTS.

Jumlah Ibu dan Bayi Meninggal di NTT  Mencapai 300 Orang, Ini Pemicunya

Pasalnya Dirinya sudah diperiksa oleh pihak inspektorat dan tidak ditemukan adanya masalah. Jika memang nantinya dari hasil pemeriksaan Kejaksaan bisa menemukan temuan baru ia merasa bersyukur.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved