Karel Koro Soroti Silpa Pelayanan Masyarakat Miskin

Silpa pada item pelayanan kesehatan bagi penduduk atau masyarakat miskin pada Dinkes NTT mencapai Rp 3,517.042.610 atau mencapai 51.78 persen.

Karel Koro Soroti Silpa Pelayanan Masyarakat Miskin
POS KUPANG/OBY LEWANMERU
Suasana rapat Dinas Kesehatan NTT dengan Komisi V DPRD NTT di ruang Rapat Komisi V DPRD NTT, Sabtu (15/6/2019) 

Karel Koro Soroti Silpa Pelayanan Masyarakat Miskin

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Anggota Komisi V DPRD NTT, Pdt. Karel Zet Koro, S.Kom,M.M menyoroti soal sisa lebih hasil perhitungan anggaran (Silpa) tahun anggaran 2018 pada bidang pelayanan kesehatan penduduk atau masyarakat miskin di NTT.

Karel menyampaikan hal ini pada saat rapat Komisi V DPRD NTT dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) NTT .
Rapat ini berlangsung di ruang rapat Komisi V DPRD NTT, Sabtu (15/6/2019).

Rapat ini dipimpin Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi W.B. Sianto,S.E,M.M dihadiri sejumlah anggota, yakni Anwar Hajral, Yohanes Rumat, Kristin Samiyati Pati, Maxi Adi Pati Pari, Karel Zet Koro dan Rafael Ga.

Guru SMA/SMK di Sumba Timur Mengaku Tunjangan Kesejahteraan Sudah 2,5 Tahun Belum Dibayar

BREAKING NEWS: Kapal Tenggelam di Laut Alor NTT, 2 Tewas 8 Orang Belum Ditemukan

TK St. Fransiskus Assisi Lestarikan Budaya

Dari Dinkes NTT hadir Kepala Dinkes NTT , drg. Domi Mere, Kepala Bidang P2P, dr. Thresia Sarlyn Ralo,MPH, Kabid Kesehatan Masyarakat, drg. Maria Silalahi,MPHM, Kabid SDM Kesehatan, Lusiana Hermanus,S.H,M.H dan lainnya.

Menurut Karel, Silpa pada item pelayanan kesehatan bagi penduduk atau masyarakat miskin pada Dinkes NTT mencapai Rp 3,517.042.610 atau mencapai 51.78 persen.

Padahal, lanjut Karel alokasi anggaran untuk pelayanan maayarakat miskin ini Rp 6.792.013.200 dan realisasi hanya Rp 3.274.970.590.

"Sisa dana yang banyak ini membuat saya merasa terganggu, ketika ada Silpa begini besar terhadap pos pelayanan masyarakat miskin.Kenapa tidak ada gerakan jemput bola," tanya Karel.

Dikatakan, dengan sisa anggaran begitu besar, membuat dirinya bertanya soal program pelayanan masyarakat miskin di NTT.

"Hati saya tergelitik, kenapa tidak ada upaya jemput bola untuk layani kesehatan masyarakat miskin," katanya.
Ketua Komisi V DPRD NTT,

Jimmy Sianto mengatakan, dana pelayanan penduduk miskin disetor kembali sekitar 50 persen lebih dan ini perly diperhatikan kedepan.

Kadis Kesehatan NTT, drg. Domi Mere mengatakan pelayanan bagi masyarakat miskin akan diperhatikan pada waktu mendatang sehingga ada perbaikan -perbaikan pelayanan.

"Saya sepakat bahwa pelayanan ini butuh hikmat, tapi tentu ada konsekwensi anggaran. Kita harapkan di tahaun ini bisa lebih baik," kata drg. Domi.

Dikatakan, untuk melayani orang miskin, bukan saja oleh Pemerintah Provinsi tapi juga bersama pemerintah kabupaten dan kota.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved