Renungan Harian Kristen Protestan

Renungan Kristen Sabtu 15 Juni 2019 'Lahir di Dunia Bukan Satu Pilihan tapi Kesempatan Berbuat Baik'

Renungan Kristen Sabtu 15 Juni 2019 'Terlahir di Dunia Bukan Satu Pilihan tapi Kesempatan Berbuat Baik'

Editor: maria anitoda
dokumentasi pribadi
Renungan Kristen Sabtu 15 Juni 2019 'Terlahir di Dunia Bukan Satu Pilihan tapi Kesempatan Berbuat Baik' 

Renungan Harian Kristen Protestan

Sabtu 15 Juni 2019

Oleh Pdt. Dina Dethan Penpada, MTh

Pembacaan: Galatia 6:1-10

Terlahir di Dunia Bukan Sebuah Pilihan, tapi Kesempatan untuk Berbuat Baik.

Saudara-saudara…

Tuhan menganugerahkan waktu yang sama untuk semua orang.

Satu hari setiap orang diberi 24 jam.

Tidak ada yang dapat kurang, tidak ada yang dapat lebih.

Walaupun di belahan bumi yang lain seperti di Eropa, pada musim panas matahari terbenam pada jam 10 malam, dan pada musim salju, terbit jam 9 pagi, tetapi tetap 1 hari hanya ada 24. Tidak lebih.

Tidak ada orang yang karena tidak mau menggunakan waktu 24 jam, lalu dia bilang, saya hanya butuh 10 jam saja, sedangkan lebihnya ditabung untuk esok hari.

Tentu tidak bisa seperti itu. Jika waktu tidak dipakai dengan baik, maka waktu itu akan berlalu begitu saja. Waktu terus berjalan dan tak ada seorangpun yang mampu menghentikannya.

Paulus, dalam bacaan kita hari ini menyadari akan pentingnya waktu bagi kehidupan orang-orang percaya, khususnya jemaat-jemaat di Galatia, sehingga ia mengingatkan untuk melakukan kebaikan, dengan cara saling memperhatikan, saling tolong menolong satu dengan yang lain, khususnya bagi mereka yang lemah imann

 Paulus ingatkan bahwa kesempatan untuk melakukan kebaikan ada batasnya.

Di sini Paulus membedakan perhitungan waktu menurut perhitungan detik,menit, jam, hari, dst, yang dalam bahasa Yunani disebut Kronos, dan dan waktu yang dikenal dengan kesempatan atau dalam bahasa Yunani, disebut Kairos.

Dalam ayat 10 Paulus pakai perhitungan waktu yang kedua, yaitu kesempatan.

Kesempatan beda dengan waktu menurut ukuran jam.

Kalau waktu dalam perhitungan detik, menit, jam, itu pasti ada setiap hari.

Dan tiap orang diberi 24 jam sehari. Tidak kurang, tidak lebih.

Tetapi kesempatan tidak datang menurut ukuran detik, menit, tetapi kadang hanya datang satu kali dalam hidup.

Misalnya tidak semua orang punya kesempatan untuk menjadi Gubernur.

Ada orang yang hanya punya satu kesempatan untuk bertemu ayah kandungnya,.

Ada orang yang tidak punya kesempatan untuk melihat ibu kandungnya, karena begitu dilahirkan ibunya meninggal.

Itu yang Paulus maksudkan dengan kesempatan. Tidak semua orang bisa memiliki kesempatan yang sama.

Jadi kesempatan itu sifatnya lebih terbatas.

Dan mungkin hanya datang 1 kali dalam hidupnya.

Karena itu Rasul Paulus ingatkan dalam ayat 10, agar selama masih ada kesempatan, berbuat baiklah, karena bisa saja kesempatan untuk melakukan kebaikan tidak ada lagi.

Kadang kita menunda waktu untuk melakukan kebaikan untuk seseorang, dan ketika kita ingin berbuat baik, orang tsb sudah tidak ada lagi.

Karena itu Paulus katakan: “kalau ada kesempatan, pakai kesempatan itu dengan baik dan jangan menunda ke waktu yang lain.

Paulus ingatkan agar perbuatan baik itu ditujukan kepada semua orang, tapi terutama kepada saudara- saudara seiman.

Perbuatan baik itu harus dimulai dari lingkungan mereka sendiri baru ke lingkungan yang lebih luas.

Paulus mendorong jemaat di Galatia untuk hidup dalam kasih bukan sebagai sebuah aturan, tetapi itulah hukum Kristus.

Dan sebagai dasar hukum itu, tentu karena Kristus telah lebih dahulu melakukannya bagi mereka.

Menurut Paulus hakikat perbuatan baik bukan semata-mata pada perbuatan baik itu sendiri, tetapi kepada sikap hati di balik perbuatan baik yang dilakukan.

Perbuatan baik yang dilakukan dengan sikap hati yang benar akan berdampak sangat positif dan menjadi sebuah kesaksian bagi orang lain.

Memang Rasul Paulus menuli surat ini la tidak berjumpa lagi dengan jemaat-jemaat di Galatia karena setelah ia ke Yerusalem melalui Korintus, ia ditangkap lalu dihukum mati, tetapi suratnya telah membawa pengaruh yang besar bagi pertumbuhan iman jemaat-jemaat di Galatia

Hari ini kita diajak untuk menggunakan kesempatan yang Tuhan berikan kepada kita untuk berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada saudara- saudara kita di lingkungan kita yang terdekat, di jemaat ini, baru kemudian meluas ke semua orang.

Nasihat ini penting, oleh karena hal mementingkan diri sendiri, tidak saling mengampuni, masa bodoh, makin hari makin menjadi pilihan hidup banyak orang.

Contoh di Negara-negara maju, untuk ngobrol dengan seseorang, mesti membayar sekitar 20 dolar perjam (atau sekitar Rp200.000 ).

Keadaan ini sudah mulai terasa di kota kita saat ini.

Di tempat- tempat hiburan, gadis-gadis dipajang di sebuah ruangan kaca, dan bagi mereka yang ingin ngobrol atau curhat, mesti membayar.

Karena itu selama kita masih bisa berjumpa dengan sahabat-sahabat, saudara-saudara secara gratis jangan lewatkan kesempatan itu.

Kalau masih ada kesempatan untuk kita berbuat baik kepada orang lain, jangan lewatkan.

Nasihat ini sangat penting, karena mungkin ada saat dimana kebaikan-kebaikan kita tidak ada gunanya lagi.

Mari kita memperbaharui semangat kita untuk lebih banyak berbuat baik kepada semua orang, terutama kepada kawan-kawan kita seiman.

Perbuatan baik itu bukan karena kita lebih baik dari orang lain, tetapi karena kita telah menerima kebaikan Allah dalam hidup kita.

Ketika kita menolong orang lain, sebenarnya kita sedang menolong diri sendiri; sebab dengan menolong orang lain, kita menyadari bahwa kita juga membutuhkan pertolongan dari pihak lain.

Janganlah jemu-jemu berbuat baik, karena siapa tahu, kesempatan itu hanya datang sekali dalam hidup kita.

John Wesley pernah mengatakan: “Kerjakanlah semua kebaikan sebisa Anda, dengan segala cara yang Anda bisa, di semua tempat yang Anda bisa, setiap saat yang Anda bisa, kepada semua orang sebisa Anda, selama mungkin sebisa Anda.

Amin

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved