Guru SMA/SMK di Sumba Timur Mengaku Tunjangan Kesejahteraan Sudah 2,5 Tahun Belum Dibayar

selain itu gaji juga sering terlambat dibayar pada setiap bulan oleh Pemerintah Propinsi NTT, padahal jika masih kewenangan di Kabupaten gaji

Guru SMA/SMK di Sumba Timur Mengaku Tunjangan Kesejahteraan Sudah 2,5 Tahun Belum Dibayar
KOMPAS.com/Dok. HaloMoney.co.id
Ilustrasi uang 

Guru SMA/SMK di Sumba Timur Mengaku Tunjangan Kesejahteraan Sudah 2,5 Tahun Belum Dibayar

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU--Sejumlah guru SMA/SMK di Kabupaten Sumba Timur, Propinsi NTT mengaku sudah 2 tahun 5 bulan atau 2,5 tahun, pemerintah Propinsi NTT belum membayar tunjangan kesejahteraan alias Kesra atau tunjangan kinerja para guru.

Salah seorang guru SMK di Sumba Timur berinisial AT kepada POS-KUPANG. COM, Sabtu (15/6/2019) mengaku tunjangan Kesra atau tunjangan kinerja bagi mereka belum dibayar oleh Pemerintah Propinsi NTT sejak dari bulan Januari 2017 hingga sampai dengan bulan Mei 2019 atau sudah 2 tahun 5 bulan.

Kata dia, persoalan ini muncul setelah pengalihan SMA/SMK menjadi kewenangan pemerintah Propinsi sejak Januari 2017 lalu. Sebelumnya tunjangan Kesra atau masih di Kabupaten disebut tunjangan kinerja itu dibayar tepat pada setiap bulan.

AT juga mengatakan, bukan hanya tunjangan Kesejahteraan saja yang menjadi masalah, tunjangan fungsional juga bagi para guru SMA/SMK tidak mendapatkannya lagi dari Pemprov NTT. Sedangkan bagi pegawai fungsional lainya mereka dapat, bahakan tunjangan mereka lebih besar lagi.

VIDEO: Ramalan Zodiak Cinta dan Karir Minggu 16 Juni 2019, Aquarius Dapat Promosi, Leo Bertengkar

VIDEO: Begini Komitmen TP PKK NTT Dukung Pencegahan Stunting di NTT

Kata dia, untuk tunjangan fungsional ini bagi para guru sempat dibayar pada tahun 2017 lalu, namun untuk tahun 2018 dan Tahun 2019 ini tidak lagi dibayar sampai sekarang.

"Tunjangan Fungsional ini baik masih di Kabupaten atau sudah di propinsi yang sempat cair pada tahun 2017 itu juga sama besar Rp 250.000/bulan. Tapi tahun 2018 dan 2019 tidak lagi dibayar. Kami berharap meskipun nilainya tidak seberapa tapi mohon dibayar karena sedikit menambah kebutuhan ekonomi rumah tangga kami,"ungkap AT.

Lanjut AT, selain itu gaji juga sering terlambat dibayar pada setiap bulan oleh Pemerintah Propinsi NTT, padahal jika masih kewenangan di Kabupaten gaji dibayar tepat waktu.

"Gaji juga sering terlambat biasa ya bayar  tanggal 8, tapi kalau kami masih di Kabupaten tanggal 1 atau 2 tiap bulan kami sudah terima,"ungkap AT.

Guru SMA lainya juga meminta namanya untuk tidak dimediakan ketika dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, Sabtu (15/6/2019) juga menyampaikan hal yang sama.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved