Minggu, 26 April 2026

Ordo Mater Dei Fokus Rekrut Tamatan non Seminari

para novis itu akan kembali mengikuti kuliah teologi selama dua tahun di Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta.

Penulis: Paul Burin | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/PAUL BURIN
Pater Bastin (berjubah) bersama umat dan para calon imam dalam suatu kesempatan di depan Kapela OMD. 

Ordo Mater Dei Fokus Rekrut Tamatan non Seminari

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Sejak tahun 2013, Ordo Mater Dei (Ordo Bunda Allah/OMD) mulai membuka formasi bagi tamatan SMA/SMK non seminari (baca seminari menengah, red) di Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia, untuk mengikuti pendidikan menjadi calon imam misionaris.

Sampai saat ini sudah 32 orang yang bergabung pada ordo yang beralamat di Jalan Nome Tosi, Tuameko, Penfui Timur ini.

Tahun 2019, ordo sudah merekrut 17 orang aspiran. Sisanya 15 orang sedang mengikuti postulan atau kuliah pada Fakultas Filsafat Unwira Kupang. Dua orang imam, yakni P. Bastin Pudumaurat Anthonysamy, OMD dan P. Abishak Rosario, OMD menjadi pembina para calon imam ini.

Rektor dan Formator Seminari Ordo Bunda Allah, Rev. P. BastinPudumaurat Anthonysamy ketika ditemui POS-KUPANG.COM, Selasa (11/6/2019), mengatakan, ordo ini fokus merekrut tamatan non seminari.

Ordo menerima para calon imam dari SMA/SMK atau yang sederajat untuk mengikuti aspiran dan postulan sebelum mengikuti novisiat di India.

Seorang Guru SMA Negeri di TTU Akui Belum Terima Honor dari Pemerintah Provinsi

Ramalan Zodiak Besok Sabtu 15 Juni 2019 Aries Jangan Main Api Cancer Kabar Buruk Libra Besar Kepala

Menurut pastor kelahiran Kallaperambur Tamilnadu, India, 22 Mei 1977 ini, aspiran dilakukan selama satu tahun. Materi yang diberikan, antara lain pengenalan spirit ordo dengan pelindung Santo Yohanes Leonardi (pelindung apoteker) sekaligus persiapan untuk mengikuti kuliah filsafat.

Selama satu tahun ini, para calon mahasiswa ini mendalami juga bahasa Inggris, katakese gereja, liturgi, pengantar kitab suci dan sejumlah mata pelajaran lainnya. Bahasa Inggris kata Pater Bastin, menjadi kewajiban karena setelah menyelesaikan strata satu filsafat, para mahasiswa akan mengikuti novisiat selama setahun di India.

Dari India, para novis itu akan kembali mengikuti kuliah teologi selama dua tahun di Seminari Tinggi Kentungan, Yogyakarta.

Mengapa ordo ini fokus menerima calon misionaris non seminaris?

Pater Bastin mengatakan, kebijakan ordo ini bukan untuk melakukan dikotomi antara seminaris dan non seminaris, namun semata ingin mendorong anak-anak untuk menjadi imam.

"Saya hanya ingin membina anak-anak dengan background non seminari (menengah)," katanya sembari menambahkan bahwa selama ini ia tak mengalami kesulitan dalam membina para aspiran dan postulan itu.

Tentang kriteria untuk bergabung pada ordo ini, Pater Bastin mengatakan, calon menyerahkan surat rekomendasi dari pastor paroki, surat permandian dan krisma, ijazah SMA atau yang sederajat serta surat keterangan kesehatan.

DPW Partai Berkarya Lapor Bawaslu NTT, Tindaklanjut Laporan DPD Partai Berkarya TTS

Pulang Bawa Ijazah Bukan Gandongan, Nasehat Wabup Sikka kepada Penerima Beasiswa

Kekhususan OMD, yakni meneladani perfect charity melalui ketaatan pada Gereja Katolik, mencintai ekaristi, devosi kepada Bunda Perawan Maria dan katakese bagi Sekami, orang muda dan orang dewasa.

Sedangkan tempat karya OMD di dunia, yakni Italia (pusat ordo), India, Nigeria, Kolumbia dan Indonesia (Kupang). Sampai saat ini, ordo ini belum menahbiskan imam perdana dari wilayah Kupang. Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Paul K. Burin)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved