Injil Markus Berbahasa Amanuban Telah Lahir

Acara peluncuran ini dikemas dalam ibadat syukur yang dipimpin pendeta Ruth Nokas, S.Th didampingi belasan pendeta tamu lainnya.

Injil Markus Berbahasa Amanuban Telah Lahir
Pos Kupang.com/Dion Kota
Nampak Bupati Tahun bersama Ketua Sinode GMIT, Dr. Pendeta Merry Kolimon sedang melakukan foto bersama para pendeta usai ibadat syukur peluncuran Kitab Markus berbahasa Amanuban 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE - Jumat (14/6/2019) bertempat di Gereja GMIT Sonhalan, Niki-Niki dilakukan peluncuran Kitab Markus dalam bahasa Amanuban.

Acara peluncuran ini dikemas dalam ibadat syukur yang dipimpin pendeta Ruth Nokas, S.Th didampingi belasan pendeta tamu lainnya.

Pantauan pos kupang.com, nampak hadir dalam kegiatan ini Bupati TTS, Egusem Piether Tahun bersama para kepala OPD Lingkup Pemda TTS, ketua Sinode GMIT, Dr. Pendeta Merry Kolimon, perwakilan gereja dari Amerika serta para undangan lainnya.

Kedatangan Bupati Tahun dan rombongan diterima secara adat di depan pagar masuk gereja.

Usai dikalungi selendang, Bupati Tahun dan rombongan bergegas menuju bangunan baru gereja Sonhalan guna melaksanakan ibadat syukur.

Rencana Gubernur NTT Menata Pulau Komodo, Ini Tanggapan Kepala BTNK

Ketua Sinode GMIT Dr. pendeta Merry Kolimon dalam sambutannya, mengajak seluruh undangan dan jemaat yang hadir untuk mengucapkan syukur dan terima kasih kepada Yesus Kristus atas dirampungkannya kitab Markus dalam bahasa Amanuban.

Butuh waktu hampir tiga tahun untuk merampungkan terjemahan kitab Markus ke dalam bahasa Amanuban. Dalam merampungkan kitab Markus bahasa Amanuban ini banyak menggunakan catatan yang ditinggalkan pendeta Middelkoop.

Semasa hidupnya, pendeta Middelkoop pernah berkata seluruh bangsa berhak mendengarkan firman Tuhan dalam bahasanya. Semasa hidupnya, Middelkoop mewartakan Injil di pulau Timor menggunakan bahasa Timor sehingga bisa dimengerti, dipahami dan diterima oleh masyarakat Timor.

37 Tahun Gedung SDI Tarus 2 di Mata Air Tidak Diperhatikan, Begini Kondisinya

" Kita harus bersyukur karena hari ini kita memiliki kitab Markus Berbahasa Amanuban. Oleh sebab itu, mari dalam setiap kesempatan ibadat malam kita membacakan kitab Markus dalam bahasa Amanuban ini," ajak Merry.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved