Warga Kota Ende Kesulitan Mendapatkan Minyak Tanah

Sebagian Warga Kota Ende Belakangan Ini kesulitan Mendapatkan Minyak Tanah

Warga Kota Ende Kesulitan Mendapatkan Minyak Tanah
POS KUPANG/ROMUALDUS PIUS
WABUP ENDE - Wakil Bupati Ende, Drs Djafar Achmad melakukan sidak ke Pasar Mbongawani, Ende, Selasa (28/6/2016) lalu. 

Sebagian Warga Kota Ende Belakangan Ini kesulitan Mendapatkan Minyak Tanah

POS-KUPANG.COM | ENDE - Warga Kota Ende dalam beberapa hari terakhir hingga, Kamis siang (13/6/2019) bingung mencari minyak tanah. Pasalnya, bahan bakar utama untuk memasak itu menghilang dari tempat-tempat yang biasa menjual minyak tanah baik di kios maupun pangkalan minyak tanah di Kota Ende.

Lince Ceme dan Angela Soo, dua orang warga Ende yang berdomisili di Perumnas, Kota Ende mengatakan bahwa semenjak pagi mereka telah mencari minyak tanah di kios yang biasa menjual minyak tanah namun minyak tanah sudah tidak tersedia.

148 Ton Sampah Medis di NTT Masih Menumpuk

"Setelah kami cari di kios yang biasa jual minyak tanah deka tempat tinggal kami tidak ada kami mencoba mencari ke tempat lain namun juga tidak ada kami jadi bingung karena minyak tanah tidak ada padahal minyak tanah menjadi bahan bakar utama untuk memasak," kata Lince yang dibenarkan oleh Angela.

Lince dan Angela berharap agar Pemerintah Kabupaten Ende untuk melakukan penelusuran di lapangan guna mencaritau penyebab kelangkaan minyak tanah di Kota Ende karena pihaknya kuatir ada spekulan yang mencoba mencari keuntungan dengan menaikan harga minyak tanah secara tidak wajar.

Ini yang Dilakukan SMAK Ndao Ende Saat Menerima Siswa Baru

Plt Bupati Ende, Drs Djafar Achmad yang dikonfirmasi terkait dengan kelangkaan minyak tanah di Kota Ende sempat kaget dengan kondisi tersebut.

"Ah masa minyak tanah tidak ada lagi kah padahal dari Pertamina menyatakan stoknya mencukupi. Kita akan cek dan kami berharap agar Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Ende untuk mencaritau apa penyebab kelangkaan minyak tanah di pasaran," kata Djafar Achmad.

Djafar Achmad mengatakan bahwa pihanya merasa heran kalau minyak tanah di Kota Ende terjadi kelangkaan dan pihaknya akan kembali menjual minyak tanah melalui Kantor Kelurahan seperti beberapa waktu lalu.

Djafar mengancam akan mencabut ijin penjualan minyak tanah baik di tingkat agen maupun pangkalan apabila mereka dengan sengaja menimbun minyak tanah karena hal itu merugikan masyarakat secara umum.

Penelusuran POS-KUPANG.COM sinyalemen adanya penimbunan minyak tanah memang benar terjadi. Hal ini seperti yang terlihat di sebuah kios dalam wilayah Kota Ende pada, Kamis siang (13/6/2019) terlihat sebuah mobil tangki dari Pertamina mengisi minyak tanah di kios tersebut namun usai diisi dan pembeli hendak membeli minyak tanah pemilik kios enggan melayani tanpa ada alasan yang jelas.

Sementara itu mobil tangki yang sama juga mengisi minyak di sebuah kios sebelahnya dan pemilik kios langsung melayani pembeli ketika mobil tangki selesai mengisi minyak.

"Kami tidak tahu mengapa mereka tidak menjual minyak padahal barusan diisi," kata pemilik kios yang mau melayani pembeli.

Pantauan POS-KUPANG.COM tampak warga berkeliling Kota Ende dengan membawa jirigen untuk mencari minyak tanah. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Romualdus Pius)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved