SMK Kristen SoE Terima 400 Murid Baru

Tahun 2019, Lembaga SMK Kristen SoE, Kabupaten TTS akan Terima 400 Murid Baru

SMK Kristen SoE Terima 400 Murid Baru
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Ketua panitia penerimaan murid baru, Rhony Atonis (paling kiri) saat mendampingi delapan siswa-siswi SMK Kristen Soe di ITM guna mengikuti kegiatan prakeri selama dua bulan. 

Tahun 2019, Lembaga SMK Kristen SoE, Kabupaten TTS akan Terima 400 Murid Baru

POS-KUPANG.COM | SOE - Untuk tahun ajaran 2019/2020 SMK Kristen Soe menerima murid baru sebanyak 400 orang untuk 10 rombongan belajar.

Pembukaan pendaftaran sendiri sudah dibuka mulai tanggal 10 Juni hingga awal Juli mendatang.

Winston Rondo: SMA/SMK Tidak Boleh Terima Siswa Baru Melebihi Kapasitas Ruangan

Ketua panitia penerimaan murid baru SMK Kristen Soe yang juga Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Rhony Atonis kepada pos kupang.com, Kamis (13/6/2019) mengatakan, proses pembukaan penerimaan murid baru sementara berlangsung dan sudah ada beberapa murid yang mendaftar untuk masuk ke SMK Kristen Soe.

Untuk pendaftaran sendiri Rhony menegaskan, panitia tidak memungut biaya apa pun. Para peserta cukup melengkapi persyaratan dan mengisi formulir pendaftaran.

ASBAK NTT Tour Motor Guna Promosi Pariwisata NTT

Nantinya telah terdaftar, selanjutnya pada tanggal 8 Juli mendatang para pendaftar akan mengikuti tes tertulis masuk SMK Kristen Soe.

"Bagi siswa yang ingin mendaftar cukup membawa foto copy ijazah, SKHU, pas foto, kartu keluarga dan mengisi formulir. Setelah selesai mendaftar akan ada tes tertulis untuk menentukan mana siswa yang akan kita terima," ungkap Rhony.

Mekanisme penentuan siswa yang diterima sendiri lanjut Rhony, panitia akan membuat perengkingan sesuai jurusan dan kuota dimasing-masing jurusan. Setelah dilakukan perengkingan, makan siswa yang diterima akan disesuaikan dengan kuota yang ada.

"Kita buat perengkingan lalu ambil sesuai kebutuhan tiap jurusan," jelasnya.

Ketika disinggung terkait sistem zonasi yang diberlakukan Dinas Pendidikan, Rhony mengatakan, khusus sekolah swasta ada perlakuan yang berbeda.

Dalam penerimaan murid baru panitia tidak membatasi hanya pada zona tertentu saja, tetapi berdasarkan hasil tes tertulis nantinya.

Jika hanya mengandalkan sistem zonasi, dirinya khawatir jumlah pendaftar tidak akan memenuhi kuota yang ada.

"Jujur saja siswa kita saat banyak yang dari luar kota Soe. Kuota kita tidak akan bisa penuh kalau hanya harap dari kota Soe. Oleh sebab itu kita tetap membuka kesempatan bagi anak-anak kita dari desa. Nantinya hasil tertulis yang akan menentukan siapa yang diterima," bebernya.

Ketika ditanyakan apakah nantinya masih ada kegiatan masa orientasi sekolah (MOS), Rhony menjawab iya. Menurutnya kegiatan MOS yang akan dilakukan hanya sebatas kegiatan pelatihan baris berbaris, pengenalan lingkungan sekolah dan temu akrab dengan para guru dan kakak kelas. Ia memastikan tindakan perpeloncoan tidak akan ada dalam kegiatan MOS.

"MOS tetap ada tetapi tidak ada yang namanya pelonco," tegasnya. (Laporan Reporter POS- KUPANG.COM, Dion Kota)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved