SMA di Sumba Timur Tidak Pakai Ospek

Sejumlah sekolah menegah atas (SMA) di Kabupaten Sumba Timur tidak menggunakan Ospek bagi para siswa yang baru.

SMA di Sumba Timur Tidak Pakai Ospek
POS-KUPANG.COM/Robert Ropo
Kepsek SMAN 2 Waingapu Nimrot Ndjuka Mbani, S.Pd. 

SMA di Sumba Timur Tidak Pakai Ospek

POS-KUPANG.COM| WAINGAPU--Sejumlah sekolah menegah atas (SMA) di Kabupaten Sumba Timur tidak menggunakan Ospek bagi para siswa yang baru.

Kepala sekolah (Kepsek) SMA Kristen Payeti, Kecamatan Kambera Dra. Maria Yuliana Galla ketika dikonfirmasi POS-KUPANG, Rabu (12/6/2019) mengatakan pihaknya sudah lama tidak lagi menggunakan Ospek, tetapi yang ada hanya masa orienrasi peserta didik baru (MOPDB).

Dalam MOPDB itu juga, jelas Galla hanya orientasi penengenalan lingkungan dan pembelajaran kepada para siswa baru.

"Yang ada Masa Orientasi Peserta Didik Baru (MOPDB) hanya orientasi pengenalan lingkungan dan pembelajaran saja yang direncakan mulai tanggal 16 sampai 18 Juli 2018. Sudah lama tidak ada lagi plonco-ploncoan tidak boleh dari pemerintah,  kita jalan sesuai aturan yang berlaku,"ungkap Galla.

Pakai Tas Mungil Seharga Rp 27 Juta, Begini Tampilan Simpel Aurel Hermansyah

Terkait Pembangunan PPI Oleh Nelayan di Waingapu, Yohanis: Itu Sudah Kewenangan Propinsi NTT

VIDEO: Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmy Sianto Marahi Kadis PPO dan Kepala Sekolah

Galla juga mengatakan untuk penerimaan siswa baru di sekolah ini pada tahun 2019 sebanyak 6 Rombel dengan masing-masing Rombel sebanyak 36 siswa. Hal ini sesuai kuota maksimum yang ditetapkan pemerintah.

Sekolah menengah atas negeri (SMAN) 2 2 Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, juga hanya menggunakan masa pengenganalan lingkungan sekolah (MPLS) dan tidak menggunakan Ospek bagi siswa-siswi baru di sekolah itu.

Kepsek SMAN 2 Waingapu Nimrot Ndjuka Mbani, S. Pd ketika dikonfirmasi POS-KUPANG, Rabu (12/6/2019) mengatakan, pihaknya di SMAN 2 Waingapu menggunakan MPLS bagi para siswa baru yang masuk di sekolah itu. Dan MPLS itu pun hanya berlaku kurang lebih tiga hari.

Kata dia, jadi menggunakan MPLS hanya semata-mata untuk pengenalan lingkungan sekolah saja bagi para siswa baru dan bahakan MPLS itu juga paling banyak dilakukan dalam ruangan kelas saja.

"Kalau di SMAN 2 yang ada MPLS. Jadi tidak ada plonco-ploncoan. Hanya semata-mata pengenalan lingkungan sekolah dan paling banyak dilakukan dalam ruangan saja. Jadi ini bukan Ospek dan ini kita lakukan kurang lebih tiga hari,"jelas Nimrot.

Renungan Harian Protestan Kamis 13 Juni 2019: Allah Merapatkan TelingaNya Pada Bibir yang Berdoa

Begini Aksi Spontanitas Kumpulkan Dana Sosial Buat Keluarga Korban Bentrokan Naibonat

Nikita Mirzani Murka terkait Kritikan soal Bayi di Pesawat, Ini Kata Angela Gilsha dan Adik:

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved