Satu Guru Tangani Lima Anak SDI Sikumana Kupang

Seorang Guru Menangani Lima Anak di SDI Sikumana Kota Kupang, Provinsi NTT

Satu Guru Tangani Lima Anak SDI Sikumana Kupang
POS-KUPANG.COM/Laus Markus Goti
Acara syukuran dan pelepasan siswa Kelas VI SDI Sikumana 3 Kupang, Kamis (13/6/2019). 

Seorang Guru Menangani Lima Anak di SDI Sikumana Kota Kupang, Provinsi NTT

POS-KUPANG.COM-KUPANG - Kepala Sekolah SDI Sikumana 3 Kupang, Johanis Zacharias, punya strategi ampuh dan efektif dalam mendidik para siswa kelas VI yang akan mengikuti ujian akhir.

Selama masa persiapan ujian dan les tambahan, setiap guru di sekolahnya masing-masing membimbing lima orang siswa. Guru tidak mengajar siswa dalam jumlah yang banyak. Dengan strategi ini, fokus, perhatian dan tanggungjawab guru terhadap para siswa lebih efisien dan efektif.

SMK Kristen SoE Terima 400 Murid Baru

"Yang mendukung itu kita harus punya buku persiapan ujian dan soal-soal tambahan sehingga guru efektif mengajar," kata Johanis usai acara syukuran dan pelepasan siswa Kelas VI SDI Sikumana 3 Kupang, Kamis (13/6/2019).

Pelajaran tambahan sudah rutin dilangsungkan tiga bulan sebelum ujian berlangsung. Kolaborasi siswa dan guru inilah yang membuat para siswa dengan mudah bisa mengerjakan soal-soal ujian akhir.

Menurut dia, tahun ini para siswa yang berprestasi dapat dana sebesar satu juta dari Walikota Kupang. Secara pribadi, dia mengapresiasi motivasi luar biasa para guru dalam mendidik para siswa.
"Semoga tahun depan ini kita bisa meningkat lagi," paparnya.

Winston Rondo: SMA/SMK Tidak Boleh Terima Siswa Baru Melebihi Kapasitas Ruangan

Perihal fasilitas, pihaknya masih mengalami kekurangan ruang kelas. Tahun ini Kementerian Pendidikan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang juga sudah berjanji akan menambah lima ruang kelas dua lantai untuk SDI Sikumana 3 Kupang.
"Kita rata-rata di sini kisaran 28-30 siswa dalam satu kelas. Kita juga kerjasama dengan pihak komite."

Ketua Komite, Lambertus Nahak Seran, menyebutkan dirinya selalu mengimbau kepada orangtua supaya memberi sumbangan sukarela kepada sekolah. "Mudah-mudahan bisa tambah ruangan kelas. Kita selalu Dukung dan kerjasama supaya cita-cita kualitas itu tercapai," tambahnya.

Dia mengakui Tenaga guru PNS di sekolah itu terbatas. Apalagi upah honorer juga sangat terbatas dan berada di bawah Upah Minimum Regional. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)

Penulis: Laus Markus Goti
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved