Jumat, 22 Mei 2026

Nelayan Waingapu, Sumba Timur Mengeluh Tidak Ada TPI

Para nelayan di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mengeluh karema tidak ada pelabuhan untuk tempat pendaratan ikan (TPI).

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
POS KUPANG/ROBERT ROPO
Perahu motor milik nelayan yang berlabuh di pantai Hambala. 

POS-KUPANG. COM/ROBERT ROPO
Perahu motor milik nelayan yang berlabuh di pantai Hambala.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG. COM | WAINGAPU----Para nelayan di Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur mengeluh karema tidak ada pelabuhan untuk tempat pendaratan ikan (TPI).

Nelayan setempat, Fadli Njurumana kepada POS-KUPANG. COM, Kamis (13/6/2019) mengatakan sejauh ini tidak ada pelabuhan untuk TPI. Karena tidak ada TPI mereka sangat sulit ketika bongkar muat ikan. 

Tempat pembongkaran ikan selama ini, kata Fadli mereka memanfaatkan Pelabuhan Rakyat Waingapu di Kelurahan Hambala. Namun, kondisi pelabuhan itu untuk pelabuhan kapal motor besar, sehingga kondisi sangat tinggi dan mereka sangat sulit untuk melakukan pembongkaran ikan.

"Sejauh ini tidak ada TPI kami sulit bongkar muat ikan,"ungkap Fadli.

Fadli mengatakan perencanaan dari Pemerintah untuk membangun TPI sudah dari dulu, namun hingga kini belum terealisasi untuk pembangunan TPI itu. Lokasi pembangunan TPI itu direncanakan di pantai Manubara.

Intip YUK Lagu ULANGI Aaliyah Massaid Baru Dirilis, Cocok Bagi Putus Cinta

"Memang perencanaan bangun TPI itu sudah dari dulu, tapi belum terealiasi. Perencanaan untuk lokasi bangun TPI itu di Manubara katanya,"kata Fadli.

Nelayan lainya Djunaidi (40) juga menyampaikan hal yang sama.

Kata Djunaidi karena tak ada dermaga TPI, mereka sangat sulit untuk bongkar ikan. Untuk bisa membongkar ikan, mereka punya akal dengan membongjar ikan dari perahu motor ke sampan kecil baru dibawa ke darat.

"Sejauh ini bongkar di Pelabuhan Rakyat menggunakan sampan kecil kemudian dibawa ke darat ini memang sangat sulit,"ungkap Djunaidi.  

Djunaidi mengatakan, mereka sangat berharap agar Pemerintah baik Daerah, Propinsi NTT, maupun Pemerintah Pusat untuk membangun TPI.

"Kami berharap agar Pemerintah bisa memperhatikan kami dengan membangun TPI,"kata Djunaidi.

Nelayan lainya, Burhan Njurumana juga menyampaikan hal yang sama.

Burhan menambahkan, selain kesulitan dalam bongkar muat ikan, juga kesulitan dalam berlabuhkan perahu motor. Mereka terpaksa berlabuhkan di muara pantai Manubara, pantai Kampung Bugis, dan pantai Hambala, serta sebagian memanfaatkan di Pelabuhan Rakyat Waingapu. (*)


Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved