Mirisnya Nasib Guru Paud dan TK di TTS

dalam memberikan insentif kepada para guru Dinas Pendidikan melihat pada kualifikasi pendidikan dan lama mengabdi.

Mirisnya Nasib Guru Paud dan TK di TTS
POS KUPANG/DION KOTA
Nampak Ernawati (kedua dari kiri) sedang tersenyum saat mengikuti kegiatan seminar yang diselenggarakan oleh himpunan tenaga pendidik pendidikan anak usia dini Kabupaten TTS di aula SMP Negeri 3 Soe 

Mirisnya Nasib Guru Paud dan TK di TTS

POS-KUPANG.COM|SOE --Walau terancam tidak menerima insentif pada tahun 2019 akibat dari adanya rasionalisasi anggaran untuk membayar utang Pemda TTS,  para guru Paud/TK di Kabupaten TTS enggan untuk beralih profesi.

Bagi mereka, besaran insentif yang diterima nilainya tak seberapa jika dibandingkan kecintaan mereka kepada profesi guru PAUD/TK.

Oleh sebab itu, walaupun tahun ini tidak menerima insentif dari Pemda TTS, mereka tetap akan menjalankan tugasnya untuk mencerdaskan anak bangsa. 

Untuk diketahui, akibat adanya defisit anggaran senilai 73 Miliar lebih, tahun 2019 Pemda TTS kembali melakukan rasionalisasi untuk membayar utangnya.

Kivlan Zen Minta Perlindungan ke Menhan, Menko Polhukam, hingga Danjen Kopassus, Minta Jaminan

SMA Swasta Katolik Recis Bajawa Siapkan 12 Rombel untuk Peserta Didik Baru 2019

Penangan Kasus Buang Bayi di Manggarai, 2 Kasus Sudah Proses Berkas Satu Kasus Masih Cari Pelaku

Dampak rasionalisasi ini salah satunya adalah pemangkasan anggaran untuk membayar insentif guru Paud/TK. 

Jika pada tahun 2018 lalu ada sekitar 1800 guru Paud/TK yang menerima insentif senilai Rp.200.000 per bulan, maka di tahun 2019 jumlah penerima insentif turun menjadi hanya sekitar 416 guru Paud/TK. 

Pasalnya, jika pada tahun 2018 lalu Pemda TTS mengalokasikan anggaran senilai 14 miliar untuk membayar insentif 3.600 guru honor mulai dari Paud/TK, SD dan SMP, tahun ini anggaran yang dialokasikan hanya senilai 4 miliar.

Maria Sako (37) guru TK Mekar Sari Matani di Desa Toeneke, Kecamatan Kualin mengatakan, sempat kaget mendengar informasi pemangkasan jumlah penerima insentif guru Paud/TK. 

Wanita yang sudah mengeluti profesi guru TK sejak tahun 2012 ini mengaku, kecewa dengan rencana pemerintah tersebut. Namun dirinya pasrah menerima kebijakan pemerintah yang tidak pro kaum guru tersebut. 

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved