Lumpuh Suplai Air Bersih Dari 3 Sumber Air Untuk Warga Labuan Bajo dan Sekitarnya

pemenuhan kebutuhan air bersih untuk warga Dalong, Marombok, Watu Langkas dan Nggorang terganggu, salah satunya suplai air agak terlambat

Lumpuh Suplai Air Bersih Dari 3 Sumber Air Untuk Warga Labuan Bajo dan Sekitarnya
POS KUPANG/SERVAN MAMMILIANUS
Direktur PDAM Wae Mbeliling Labuan Bajo, Aurelius Hubertus Endo. 

Lumpuh, Suplai Air Bersih Dari 3 Sumber Air Untuk Warga Labuan Bajo dan Sekitarnya

POS-KUPANG.COM | LABUAN BAJO--Suplai air bersih dari tiga sumber air untuk warga Labuan Bajo saat ini lumpuh dan sudah berlangsung 3 bulan terakhir sejak bencana alam tanah longsor dan banjir 7 Maret 2019 lalu.

Ketiga sumber air itu yakni Wae Moto, Wae Kaca dan Wae Mbaru.

Akibatnya pemenuhan kebutuhan air bersih untuk warga Dalong, Marombok, Watu Langkas dan Nggorang terganggu, salah satunya suplai air agak terlambat dan terputus-putus.

Sedangkan untuk warga di dalam kota Labuan Bajo relatif bisa ditangani karena menggunakan sumber air dari Wae Mese.

Direktur PDAM Wae Mbeliling Labuan Bajo Aurelius Hubertus Endo, menjelaskan akibat bencana alam tanah longsor dan banjir Maret lalu, terjadi kerusakan serius pada tiga titik sumber air tersebut.

Intip YUK Keharmonisan Rumah Tangga Barbie Kumalasari termasuk Hubungan Intim

Begini Penampilan Terbaru Sule setelah Ganti Rambutnya. Intip YUK

Bali United Jual Saham dan Incar Rp 350 Miliar dari Penjualan ! Inilah Manfaatnya

"Wae Moto sekarang tidak bisa digunakan sama sekali karena jaringan transmisi putus total dan bak penangkap air tergerus banjir. Wae Kaca jaringan transmisi putus dan bak penampung rusak terkena banjir. Wae Mbaru hanya bisa dipakai warga di Kampung Wae Moto, tidak bisa ke Labuan Bajo karena jaringan pipa putus," kata Aurelius kepada wartawan di Labuan Bajo, Kamis (13/6/2019).

Semua aset yang rusak tersebut kata dia masih tercatat sebagai milik pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), yakni Dinas Perumahan dan belum diserahkan menjadi aset PDAM.

Dengan demikian kata dia, PDAM tidak bisa melakukan perbaikan tetapi sudah berkoordinasi dengan pemerintah setempat untuk melakukan perbaikan.

Dijelaskannya, debit air dari Wae Moto sebesar 7 liter per detik, Wae Kaca 4 liter per detik dan Wae Mbaru 6 liter per detik.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Servatinus Mammilianus)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved