Kejari Ende Usut Dugaan Mark Up Pembayaran Listrik di Kantor Pos yang Mencapai Miliaran Rupiah

Pihak Kejari Ende Usut Dugaan Mark Up Pembayaran Listrik di Kantor Pos yang Mencapai Miliaran Rupiah

Kejari Ende Usut Dugaan Mark Up Pembayaran Listrik di Kantor Pos yang Mencapai Miliaran Rupiah
POS-KUPANG.COM/ROMUALDUS PIUS
Kasi Intel Kejari Ende, Abdon Toh, S.H 

Pihak Kejari Ende Usut Dugaan Mark Up Pembayaran Listrik di Kantor Pos yang Mencapai Miliaran Rupiah

POS-KUPANG.COM | ENDE - Kejaksaan Negeri Ende mengusut dugaaan mark up (penggelembungan-red) pembayaran rekening listrik di Kantor Pos dan Giro Cabang Ende oleh PDAM Ende kepada PT PLN.

Kepala Kejaksaan Negeri Ende, Sudarso, SH M.Hum yang dikonfirmasi melalui Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ende, Abdon Toh mengatakan hal itu kepada POS- KUPANG.COM, Kamis (13/6/2019) di Ende.

Di Manggarai Timur, Ada 146 Kasus Terhadap Perempuan dan Anak

Abdon Toh mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan pihak Kejaksaan Negeri Ende menemukan fakta bahwa telah terjadi dugaan penggelembungan pembayaran rekening listrik milik PDAM Ende oleh pihak Pos dan Giro Cabang Ende yang dilakukan sejak tahun 2015 hingga Juni 2017.

"Angka pastinya masih dalam proses lidik namun demikian berdasarkan temuan oleh pihak Kejari Ende menemukan fakta ada proses penggelembungan pembayaran dana milik PDAM Ende yang dimulai sejak tahun 2015 hingga Juni 2017 yang rata-rata setiap bulan mencapai puluhan juta sehingga dengan demikian nilai penggelembungan mencapai miliran rupiah,"kata Abdon Toh.

Bawaslu SBD Tingkatkan Kasus Pergeseran Suara Pileg Wewewa Timur dan Wewewa Selatan

Abdon mengatakan bahwa untuk kepentingan pengembangan penyelidikan pihak Kejaksaan Negeri Ende telah meminta keterangan dari pihak PDAM Ende dan juga PT PLN.

"Dalam kasus ini yang dirugikan adalah pihak PDAM Ende karena mereka membayar lebih besar dari jumlah tagihan yang semestinya mereka bayar,"kata Abdon.

Adapun proses penggelembungan terjadi yakni PT Pos Cabang Ende mengeluarkan rekening listrik yang dikeluarkan dari PT PLN kepada PDAM Ende namun demikian jumlah rekening yang dibayarkan oleh PDAM jauh lebih besar dari yang seharusnya dibayar oleh PDAM Ende dan itu terjadi terus menerus setiap bulan selama 2,5 tahun dari tahun 2015 hingga Juni 2017.

Abdon mencontohkan pada Bulan Januari 2015 PDAM Ende diharuskan membayar rekening listrik sebesar Rp 190 Juta padahal tagihan yang sebenarnya Rp 130 Juta dengan demikian PDAM Ende mengalami kerugian sebesar Rp 60 Juta.

Abdon mengatakan pihaknya segera meminta keterangan dari PT Pos dan Giro Cabang Ende namun mereka belum memenuhi panggilan dan berjanji pekan depan untuk datang memenuhi panggilan.

Halaman
12
Penulis: Romualdus Pius
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved