Di Manggarai Timur, Ada 146 Kasus Terhadap Perempuan dan Anak

Di Kabupaten Manggarai Timur, Ada 146 Kasus Terhadap Perempuan dan Anak

Di Manggarai Timur, Ada 146 Kasus Terhadap Perempuan dan Anak
POS-KUPANG.COM/FOTO DOK HUMAS MATIM
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Indosterling Jakarta melakukan sosialisasi penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Tingkat Kabupaten Manggarai Timur (Matim). Kamis, (13/6/2019) pagi di Lantai 2 KSP AMT. 

Di Kabupaten Manggarai Timur, Ada 146 Kasus Terhadap Perempuan dan Anak

POS-KUPANG.COM | BORONG - Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM) Indosterling Jakarta melakukan sosialisasi penghapusan kekerasan dalam rumah tangga Tingkat Kabupaten Manggarai Timur ( Matim), Kamis, (13/6/2019) pagi.

Kegiatan tersebut berlangsung di lantai dua Kantor Koperasi Simpan Pinjam Abdi (AMT) Matim.

Hadir dalam kegiatan itu staf ahli Bupati Matim Drs. Hendrik Ganggur, Sekretaris Dinas P2KBP3A Matim Alexsander Kantar dan pemateri dari Indosterling group, Serly Kartika.

Bawaslu SBD Tingkatkan Kasus Pergeseran Suara Pileg Wewewa Timur dan Wewewa Selatan

Bupati Matim, Agas Andreas, SH, M.Hum dalam sambutaannya yang dibacakan oleh staf ahli Bupati Drs. Hendrik Ganggur saat acara pembukaan menjelaskan, munculnya kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak akhir-akhir ini menujukan bahwa perempuan dan anak masih rentan terhadap kekerasan yang terjadi.

Hal itu menggambarkan sebagai pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

Tiba di Kupang, Tersangka Korupsi Proyek NTT Fair Langsung Diperiksa

Hendrik mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun sejak tahun 2014- 2018 jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Matim sebanyak 146 kasus dengan rincian kekerasan fisik sebanyak 72 kasus, kekerasan psikis sebanyak 3 kasus, kekerasan seksual sebanyak 57 kasus, Penelantaran Dalam Rumah Tangga sebanyak 12 kasus dan tramcking sebanyak 2 kasus.

Dari sejumlah kasus tersebut, lanjutnya, terdapat 22 kasus kekerasan terhadap anak dengan rincian kekerasan fisik sebanyak 2 kasus dan kekerasan seksual sebanyak 20 kasus.

Kata dia, dengan melihat data-data kasus tersebut jelas menggambarkan bahwa perlindungan bagi perempuan dan anak di Kabupaten Matim masih rendah dan hal ini sebagai warning bagi kita semua agar tidak lagi melakukan tindakan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hendrik menjelaskan, upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak hendaknya menjadi tanggugjawab kita bersama karena perempuan memiliki hak yang sama dengan laki-laki, baik itu dibidang pemerintahan, politik, ekonomi, kesehatan, hukum dan lain-lain.

Halaman
12
Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved