Wacana Pembentukan TGPF Rusuh 22 Mei, Begini Usul Politisi PPP Arsul Sani

Wacana Pembentukan TGPF Rusuh 22 Mei, Begini Usul Politisi PPP Arsul Sani

Wacana Pembentukan TGPF Rusuh 22 Mei, Begini Usul Politisi PPP Arsul Sani
KOMPAS.com/ANTARA FOTO/YULIUS SATRIA WIJAYA
Suasana pasca-kerusuhan di sekitaran Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/5/2019). Aksi unjuk rasa berujung ricuh terkait penetapan hasil rekapitulasi suara Pemilu 2019 oleh KPU terjadi di depan Kantor Bawaslu, berlangsung dari Selasa (21/5/2019) siang dan berlanjut hingga Rabu. 

Wacana Pembentukan TGPF Rusuh 22 Mei, Begini Usul Politisi PPP Arsul Sani

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menilai, pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta ( TGPF) Independen dan Panitia Khusus (Pansus) terkait peristiwa kerusuhan 22 Mei, sebaiknya menunggu Rapat Kerja (Raker) antara Komisi III DPR dan Kapolri.

"Lah wong ini Kapolrinya saja belum kita undang untuk menyampaikan penjelasan, kok langsung usul pansus?," kata Arsul saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/6/2019).

Prabowo Minta Pendukungnya Tidak Unjuk Rasa di MK saat Sidang Sengketa Hasil Pilpres

Arsul mengatakan, pembentukan TGPF masih bisa direalisasikan. Namun, kata dia, semua pihak juga harus mendukung Polri untuk mengungkap realitas peristiwa kerusuhan 22 Mei serta temuan Tim Investigasi Bersama (TIB) internal yang dibentuk Polri.

"Polisi kan juga belum menyampaikan soal korban. Kenapa kok ada yang meninggal dengan peluru tajam, apa hasil penyelidikan TIB-nya dia. Itu kita ungkap dulu," ujarnya.

Pemkab Ngada Bentuk Tim Identifikasi dan Verifikasi Bansos 2018

Arsul menilai, kepolisian telah terbuka dalam pengungkapan kasus tersebut dengan membentuk Tim Investigasi Bersama (TIB) internal.

"Bahkan, Komnas HAM juga sudah bergerak, kemudian Ombudsman. Oleh Karena itu juga sudah bergerak melihat dari sisi admininstrasinya. Lah ini kan yang kita dorong dulu," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, pemerintah seharusnya membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengusut kerusuhan yang terjadi pada 21-22 Mei 2019.

Menurut dia, dengan adanya TGPF, informasi tak hanya versi pemerintah yang rawan bias. "Jangan menjadi satu versi. Tentu kalau versinya versi pemerintah sangat bias harusnya dibentuk satu TGPF yang tadi saya katakan, terdiri dari semua unsur kemudian menyelidiki," kata Fadli saat ditemui wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2019). (Kompas.com/Haryanti Puspa Sari)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Politisi PPP Usul Pembentukan TGPF Rusuh 22 Mei Tunggu Penjelasan Kapolri ke DPR",

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved